SMPN 35 Pekanbaru Melaksanakan Pagelaran Seni dan Pameran Bahan Bekas

Pekanbaru, JAPOS.CO – Dalam mendorong kreativitas murid-murid khususnya siswa kelas IX, pihak sekolah SMPN 35 Pekanbaru mengadakan pagelaran seni dan pameran bahan bekas. Acara ini diadakan dalam rangka ujian praktek Seni Budaya untuk kelas IX TA. 2018/2019 juga untuk mengupayakan agar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bisa terlaksana dengan baik.

Kurikulum KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan keleluasaan bagi pihak sekolah dalam mengelola sumber daya, sumber data, sumber belajar dan menempatkannya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah sebab sekolah tersebut lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khusunya masukan-masukan yang akan dikembangkan dalam proses belajar mengajar.

Kepala SMPN 35 Pekanbaru, Indrawaty S.Pd mengatakan bahwa pagelaran seni dan pameran kreatifitas dari barang bekas ini merupakan wujud nyata dari kurikulum seni dan budaya.

“Saya sebagai pimpinan di sekolah ini terus mendorong para guru untuk mandiri dan kreatif dalam melaksanakan semua kurikulum yang ada demi memajukan kreatifitas anak-anak didik kami,” jelasnya,Sabtu (02/03).

Indrawaty S.Pd menambahkan bahwa beberapa bulan yang lalu sekolah mereka sudah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota dan sekarang ini akan mengejar Adiwiyata tingkat provinsi. “Kami terus berusaha sekuat tenaga. Semua yang kami lakukan ini tetap berkaitan dengan Adiwiyata tingkat Provinsi yang sedang kami perjuangkan,” katanya optimis.

Guru bidang studi seni dan budaya, Erma Susilawati S.Pd mengatakan pagelaran seni dan pameran ini sudah sesuai kurikulum KTSP dan ini yang terakhir dilakukannya dari kurikulum KTSP.

”Saya hanya membimbing dan mengarahkan anak-anak kami demi terselenggaranya pagelaran ini. Dengan digelarnya acara ini saya melihat minat anak-anak didik kami dalam seni dan kreatifitas mereka sudah kelihatan,” katanya.

Lanjut Erma, selain mengadakan pameran kreasi dari barang bekas, acara ini juga diisi dengan pagelaran tarian, menyanyi, berpuisi, kabaret dan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan dan seperti tarian kreasi (perpaduan tari budaya dan tari modern).

Lebih lanjut dikatakan Erma, semua bahan yang dipamerkan ini berasal dari barang bekas yang sudah tidak digunakan lagi dan pastinya aman bagi lingkungan.

“Suatu kehormatan bagi kami, saat ini kami sedang mempersiapkan utusan 10 orang untuk penari “Rentak Bulian” dalam menyambut Menteri Pendidikan pada tanggal 09 Maret mendatang di Gelanggang Remaja (GOR) Pekanbaru,” katanya.  (AH)

 522 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *