Otong : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus Dibongkar

Pandeglang, JAPOS.CO – Pembangunan drainase di Jl. Raya Simpang Labuan, Cibaliung tepatnya di  Kampung Solodengeun kini menjadi sorotan beberapa lembaga pemerhati pembangunan dan masyarakat. Pasalnya dalam pelaksanaan pekerjaan fisik tersebut diduga sudah tidak mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Seperti yang diberitakan japos.co sebelumnya, Otong salah satu Warga menegaskan pembangunan drainase tersebut dikerjakan asal jadi.

Menurutnya pihak pemborong ataupun pelaksana proyek dalam hal ini sudah dengan terang-terangan “maling” uang negara.

“Setelah di cek kembali, pemasangan pondasi bawah lebarnya hanya 20 centimeter bahkan ada yang 10 centimeter,“ tuturnya.

Sementara itu, informasi yang didapat japos.co bahwa PT Hutama Prima selaku penyedia jasa atau pihak pelaksana proyek tersebut telah memecat mandor yang dinilai buruk dalam pekerjaannya dan akan membongkar sepanjang 5 meter saja drainase yang sudah terpasang dan dinilai kurang maksimal. Namun Otong menegaskan 80 % pekerjaan harus dibongkar.

“Bukan 5 meter saja. 80 % pekerjaan tersebut harus dibongkar, bukan mandor yang harus di pecat. Konsultan, pelaksana yang paling wajib di pecat. Terus kapan pihak perusahaan membongkar pekerjaan yang asal-asal itu. Kenapa asal-asalan ? Dikarnakan dikerjakan bukan pake tangan sama otak, melainkan sama kaki dan dengkul,“ tegasnya.

Dalam hal ini Otong meminta kepada pihak PPK 1 Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah II Provinsi Banten selaku pemilik kegiatan agar segera bertindak ataupun menindak pihak dari PT Hutama Prima sebagai penyedia jasa dan PT Multhi PHI Beta Cs sebagai konsultan supervise. Tindakan tersebut dilakukan agar dikemudian hari tidak salah dalam menunjuk ataupun memberikan pekerjaan ke pihak yang tidak benar dalam pembangunan. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!