Provinsi Jambi Terpilih Sebagai Lokasi Program Biocarbon Find dari Bank Dunia

Jambi,  JAPOS.CO – Provinsi Jambi terpilih menjadi salah satu dari lima Provinsi di dunia sebagai lokasi pelaksanaan program Biocarbon Fund dari World Bank.

Hal itu diketahui usai pertemuan Gubernur Jambi Fachrori Umar bersama sejumlah Perwakilan Bank Dunia yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Ahmad Bastari, di Kantor Gubernur Jambi, Jumat (1/3).

Saat diwawancarai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Ahmad Bastari mengungkapkan, di Indonesia  ada dua Provinsi yang terpilih sebagai lokus pelaksanaan proyek Biocarbon Fund yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jambi.  

Selain Indonesia, negara yang menjadi proyek Bank Dunia tersebut adalah Kolombia dan Ethiofia. “Jadi Jambi itu mewakili Asia,” ujar A Bastari.

Disebutkan Bastari, ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden Indonesia Pak Jokowi yang menandatangani Paris Corp tentang kesepakatan komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 2,2 persen. “Jadi untuk tindak lanjut di lapangannya itu Jambi dan Kalimantan Timur,” sebut Bastari.

Tidak tanggung-tanggung, untuk program ini, Bank Dunia menyiapkan uang senilai US$ 100 Miliar untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat disekitar hutan dan untuk membeli carbon dari hutan Jambi hingga 2030. 

“Setelah kita berhasil menata kawasan hutan, berhasil memberdayakan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan perambahan, ilegal loging, nanti baru ada hitunganya berapa carbon, berapa oksigen yang kita hasilkan dari hutan kita ada hitung-hitunganya ada konfensasinya dari situ,” sebut Bastari. 

Dilanjutkan Bastari, tahun ini sudah mulai dibentuk kelembagaan dan pada tahun depan program sudah mulai berjalan hingga tahun 2030, baru bisa didapat benefit dari dana 100 Miliar Dolar tersebut.

Disamping itu, Bastari menyebutkan, Proyek ini sejalan dengan program pak Gubernur. Apa yang tidak bisa dibiayai dengan APBD dan APBN bisa menggunakan dana tersebut. “Misalnya tahun ini kita sudah menganggarkan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten A B C D. Nah, yang tidak terkaper. Kalau mereka ini ada bentanganya, mulai dari Batang Bari hingga Tebo. Maka APBD kita tidak kita anggarkan di Kabupaten tersebut. Tapi kita maksimalkan anggaran dari mereka,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai potensi carbon yang dihasilkan hutan Jambi, Bastari meyebutkan saat ini sedang dihitung dan akan disepakati bersama Bappenas, Kementrian LHK, Bappeda, dan Dinas Kehutanan. 

” Sebenarnya sudah ada datanya. Tapikan Bappenas ada hitungannya sendiri, Kementrian LHK pun seperti itu, ini yang mau kita gabungkan dengan penilaian mereka. Jadi ketika sudah sepakat angkaya, sudah ditandatangni, baru proyek ini akan jalan,” pungkasnya. (Rizal)

 

 174 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *