Cair 100% Proyek Jalan Akses Dermaga Sentap Ketapang Tanpa Timbunan

Ketapang,  JAPOS.CO – Proyek Pembangunan Dermaga Sentap dengan harga penawaran terkoreksi Rp 1.853.200.000,- yang di kerjakan oleh CV. Vahrel Utama yang beralamat di Kabupaten Kubu Raya serta Proyek Pembangunan Jalan Akses menuju Dermaga Sentap Senilai Rp 716.477.000,- di kerjakan oleh CV. Bela Pratama yang beralamat di Kabupaten Mempawah terindikasi bermasalah. Pasalnya Akses Jalan belum ditimbun, sementara pada dokumen awal terdapat pekerjaan timbunan tanah datang.

Kedua proyek ini berada di satu lokasi di Desa Sei. Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Sumber dana kedua proyek tersebut dari Dana Alokasi khusus (DAK)Tahun 2018 . Satuan Kerja dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang yang bertanggung jawab penuh atas  kedua proyek tersebut adalah Herry Susanto, S. ST selaku pejabat Pembuat komitmen (PPK).

Menurut sumber yang enggan disebutkan kepada Japos.co bahwa kedua proyek tersebut terindikasi beberapa permasalahan, diantaranya pada proyek pembangunan akses jalan menuju Dermaga Sentap tidak memasang papan nama proyek, tidak melakukan item pekerjaan pembersihan dan perandangan lokasi jalan, dan tidak mengerjakan timbunan tanah datang, serta tidak ditemukan alat Dump Truk  sementara pada dokumen awal proyek, Item-item pekerjaan tersebut tercantum.

Selain itu, proyek pembangunan dermaga sentap menurut narasumber secara mutu dan kualitas dinilai rendah, dimana tiang pancang di beberapa titik sudah mulai mengalami keretakan, selain itu juga, lantai dermaga terdapat keretakan dan berlubang akibat tetesan air ujan, diduga komposisi campuran agregat pada pekerjaan beton tidak sesuai spesifikasi teknis.

 ” Saya berharap pihak terkait bisa menindak lanjuti dugaan tindak pidana korupsi di kedua proyek ini, “ jelasnya belum lama ini.

Sementara Herry Susanto, S.ST. selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) saat dikonfirmsi Japos.co di ruang Kerjanya pada senin( 25/02)  Herry membenarkan bahwa dalam proyek tersebut dirinya  selaku Pejabat pembuat komitmen ( PPK).

Menurut Herry bahwa kedua proyek tersebut tidak ada masalah dan sudah dilakukan proses pencairan 100%,  terkait ada temuan nara sumber di lapangan, Herry mengatakan bahwa Proyek Akses Jalan menuju Dermaga  Sentap dilakukan  Addendum dikarenakan adanya beberapa kendala.

Namun Herry tidak menjelaskan secara detil apa permasalahan dimaksud. “ besok saya akan lakukan pengecekan bersama kontrakor, ” pungkas Herry.

Di lain pihak berharap permasalahan ini ditindaklanjuti pihak terkait, ” Saya berharap pihak terkait bisa menindak lanjuti dugaan tindak pidana korupsi di kedua proyek ini, ” tutupnya.( Agustinus)

 

 333 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *