Lada Komoditi Perkebunan Potensial Sebagai Sumber Devisa

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Lada merupakan hasil produksi yang membawa dampak bagi banyak orang, tak terkecuali bagi sumber devisa negara dan membuka lapangan kerja. 

“Lada salah satu komoditi sub sektor perkebunan potensial yang telah memberikan kontribusi nyata sebagai sumber devisa, penyediaan lapangan kerja, bahan baku industri dan seumber pendapatan petani,” ujar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosaman, diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, dalam sambutannya saat menyaksikan MoU antara Koperasi Lada Babel bersama PT. 8 Villeges Indonesia tentang Pendataan Lada dan Trasparansi Industri Pertanian Merica di Babel, melalui Integrasi sistem pendataan dengan aplikasi datahub berbasis digital, di Ruang Tanjung Pendam lantai II, Kantor Gubernur Babel, Senin (25/2).

Lada Putih atau Muntok White Pepper, dikatakan Yanuar, merupakan komoditi lada putih yang sudah terkenal sejak pasar internasional sejak dahulu. Lada juga merupakan tanaman masyarakat yang di budidayakan dan diusahakan masyarakat Babel di semua wilayah sebagai mata pencaharian utama secara turun temurun. 

“Keunggulan lada putih Babel antara lain mempunyai aroma yang khas. Yang menjadi tran mark lada putih dunia dengan piperine yang tinggi,” tuturnya. 

Penanganan secara Komprehensif, diharapkan dapat mengembalikan kejayaan komoditi lada putih di Babel. 

Ditambahkannya, untuk mengembalikan kejayaan lada Babel, Pemprov telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya pemberian bibit geratis, inovasi teknik budi daya dengan tajar hidup, trace ability lada dan kerjasama dengan beberapa akademis untuk kemajuan lada. 

“Pembuatan Perda Rencana Pembangunan Industri Provinsi salah satunya komoditi lada hingga peningkatan SDM petani dan paratur pemerintah,” imbuhnya. (Oby)

 187 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *