Orang Tua dan Wali Murid SDN Ciseureuheun 4 Nyatakan Tak Ada Potongan Dana PIP

Pandeglang, JAPOS.CO – Isu pemotongan Program Indonesia Pintar (PIP) dari segelintir orang tua siswa SDN Ciseureuheun 4  Kecamatan Cigeulis, ternyata hanya isapan jempol belaka.

Di salah satu ruang kelas, pihak sekolah, komite, Korwil Pendidikan Cigeulis dan para wali murid menggelar musyawarah mengenai program – program kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah termasuk program PIP dan Bantuan Siswa Berprestasi (BANPRES) pada Kamis (21/2).

Korwil Cigeulis, Romli, SE disela acara mengatakan semua program – program kegiatan sekolah yang dilaksanakan perlu adanya dorongan dari semua pihak antara Kepala sekolah, guru, komite, masyarakat selaku orang tua dan wali murid.

“Untuk program PIP khususnya kita semua terutama wali murid harus tau dan mengerti dulu prosesnya, tidak mungkin komite, kepala sekolah atau pun guru makan uang seperti itu, kan rekeningnya ada di bapak dan ibu yang dilaporkan ke BRI. Kalau mau dikolektif oleh guru boleh, aturannya boleh yang penting ada Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) itu pake matrai. PIP itu ribet kronologisnya, program ini kok bisa jadi seperti ini yang disalahkan guru, kepala sekolah dan komite,” jelasnya.

“Tidak mungkin pihak sekolah mencairkan, kan harus ada tanda tangan bapak dan ibu, kan masuk ke rekening masing – masing kalo sudah dibereskan pengajuan dan laporannya oleh kepala sekolah, oleh petugas guru yang ada di sekolah tersebut itu prosesnya seperti itu, tidak mudah usulannya juga dan bapak ibu kalo suudzhon, dholim atau syirik udah hal biasa itu hukum alam, tapi dengan uang tidak seberapa bisa jadi bomerang kemana – mana, nah ini semuanya harus hati – hati pada masalah ini. Makanya tanya dulu prosesnya gimana, jangan main dor aja, mati semua. Nah ini lah sebagai bahan kepada bapak ibu prosesnya seperti itu,” imbuhnya.

“Proses BANPRES itu bukan bantuan presiden, itu bagi orang, anak atau siswa yang berprestasi mau miskin atau pun kaya. Di SD itu ada 3 yang berprestasi, prestasi 1, 2, dan 3 dari kelas 1 sampai kelas 6 prestasinya tinggi, dilaporkan oleh guru – guru, kepala sekolah dan petugas, di onlinekan, proses lagi diusulkan ke Kabupaten oleh guru, kepala sekolah dan petugas tanpa ada biaya mereka, sama prosesnya dengan PIP,” tegasnya.

Pada saat sesi tanya jawab, Muhammad salah satu orang tua siswa penerima PIP mengeluarkan unek – uneknya menanyakan dana PIP tahun 2017. Menurutnya ada kekeliruan pada buku rekening, yang kemudian di jawab oleh Korwil, dan alhasil Muhammad pun menerima apa yang dijelaskan korwil tersebut. Usut punya usut kekeliruan itu muncul dari dirinya karena minimnya pengetahuan tentang program PIP dan proses pencairannya.

Dari awal sampai akhir acara tak ada satupun orang tua atau pun wali murid SDN Ciseureuheun 4 yang hadir dan mengikuti musyawarah menyatakan adanya potongan dana PIP oleh pihak sekolah. (Na2)

 362 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *