51 Siswa SMA Pembangunan Bukittinggi Mendapat Jatah Jalur Undangan SNMPTN

Bukittinggi, JAPOS.CO – Jangan dianggap swasta sebagai sekolah pembuangan tapi anggaplah sebuah lembaga pendidikan dan juga jangan dipandang sebelah mata. Pemerintah dan Dinas Pendidikan merangkul, jangan ada perbedaan. Demikian hal itu dikemukakan oleh Kepala SMA Pembangunan Kota Bukittinggi, Edi Mulyono. 

Terkait dengan pendidikan di SMA Pembangunan yang sudah puluhan tahun dibina Edi Mulyono tersebut mampu mendongkrak nama baik sekolah sekalipun sekolah swasta dengan gedungnya yang masih status sewa, namun di tahun pelajaran 2018/2019 berhasil memperoleh jatah siswa undangan untuk Perguruan Tinggi. 

“Dengan jumlah siswa 51 orang ada diberbagai Perguruan Tinggi, seperti UNPAD, UIN Pekanbaru dan Jakarta, UNP dan Unand,” jelas Edi Mulyono. 

Edi Mulyono mengigatkan pada jajaran pemerintah untuk tidak interpensi dalam pendidikan yang selama ini terkesan kebijakan sekolah dapat dikalahkan dengan adanya campur tangan pemerintah, apalagi di tahun politik seperti sekarang. Karena namanya pendidikan tidak dapat dikalahkan dengan adanya interpensi dari pemerintah, diharapkan pelaksanaan UNBK dapat berjalan lancar sehingga mutu pendidikan memperoleh hasil yang berkualitas.

“Pelaksanaan UNBK yang berlangsung pada akhir Maret sampai 7 April mendatang, kepada pihak guru yang terkait agar membuat soal ujian yang berkualitas dan betul betul valid, jangan hanya garok dan asalan saja,” pinta Edi Mulyono. 

Lanjut Edi, untuk pembuatan soal UNBK yang didatangkan dari pusat hanya 20% dan 80% lagi dari sekolah. Khusus dari SMA Pembangunan, menghadirkan dua orang guru untuk bergabung dalam pembuatan soal UNBK. Kapasitas dua orang guru yang tampil pembuatan soal merupakan guru pilihan. 

Edi Mulyono mengajak jajarannya dan jajaran pendidikan secara keseluruhannya Se-Kota Bukittinggi untuk berbuat dan bersikap jujur. “Mari kita berbuat dan bersikap jujur terhadap penilaian, jangan sampai terjadi pengaturan nilai. Berikan nilai yang jujur dan jangan sampai terjadi intervensi dari kalangan manapun, baik pemerintah dan wakil rakyat,” pinta Kepala SMA Pembangunan ini. (Yet)

 1,137 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *