Suseno Halim Otak Pengeroyokan Wartawan Akan Disidangkan Di PN Jakarta Utara

Jakarta, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah melimpahkan Tersangka Suseno Halim ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk di sidangkan, dengan Ketua Majelis Hakim, Indri Murtini didampingi Hakim Anggota Aloan, Susilo dengan PP Anita dan Jaksa Penuntut Umum, Anton, SH MH.

Tersangka Suseno Halim yang selama ini dikenal kebal hukum dan sudah dikenakan Pasal 170 KUHP, akhirnya dijebloskan ke dalam tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang oleh Kejari Jakarta Utara.

Alasan pihak Kejari Jakarta Utara menjebloskan tersangka tersebut ke dalam tahanan karena dianggap tidak kooperatif, bahkan kabur atau mengulangi perbuatannya. “Saya juga mengharapkan Hakim pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menyidangkan kasus ini agar memberikan keadilan dan kebenaran apa lagi sudah beredar informasi bahwa tersangka dengan utusan akan mengatur, mengajukan penangguhan penahanan ke pengadilan Negeri Jakarta Utara dan tersangkas yakin akan dikabulkan Hakim,” ujar Herman Yusuf.

Kekhawatiran tersebut didasarkan bahwa pada pemanggilan tahap pertama untuk tahapan tahap dua itu, Suseno Halim yang dipersalahkan merusak dan mengeroyok keluarga wartawan (Herman Yusuf) tidak bisa memenuhi jadwal tersebut dengan alasan sakit. Namun pihak korban yang memonitoring tidak melihat tersangka sedang berobat di RSCM Jakarta sebagaimana didalilkan tersangka tersebut.

Untuk tindakan penjeblosan aktor intelektual pengrusakan rumah dan pengeroyokan keluarga wartawan ini diapresiasi oleh pelapor, Herman Yusuf. Sebab dia sebelumnya sempat khawatir Kejari Jakarta Utara mengikuti sikap penyidik Polres Jakarta Utara. Namun kekhawatiran Herman Yusuf akan tertunda-tundanya tahap dua tersangka dan  berkas perkara dengan nomor LP/879/K/VII/2018/PMJ/Resju tanggal 08/08/18 itu tidak menjadi kenyataan.

“Saya memuji ketegasan pihak Kejari Jakarta Utara,” ujar Herman Yusuf di Jakarta, Jum’at (8/2/2019).

Selanjutnya Herman Yusuf berharap agar Suseno Halim otak dari pengeroyokan  dan pengrusakan itu dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Menurutnya, di negara hukum seperti Indonesia  ini tidak ada orang yang kebal hukum. Yang ada persamaan hak  di hadapan hukum. Jadi  setiap orang harus  tunduk pada hukum yang ada. Setiap pelanggar hukum harus siap menjalani  proses hukum. Hukum juga menawarkan dan menjaga  kepastian hukum. Jika sudah dimulai proses hukum atau seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka, apalagi sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk disidangkan perkaranya (p21), maka demi kepastian hukum harus ditahapduakan kemudian disidangkan agar terdapat kepastian hukum dalam kasus tersebut.

Semua orang sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun. Dengan demikian, setiap orang harus diperlakukan sama di bawah hukum tanpa memandang ras, gender, kebangsaan, warna kulit, etnis, agama atau karakteristik lain, tanpa hak istimewa, diskriminasi dan seterusnya.

Konstitusi Indonesia pun dengan tegas memberikan jaminan adanya persamaan kedudukan di dalam hukum. Warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Herman Yusuf yang sehari-harinya bertugas meliput persidangan di PN Jakarta Utara  mengucapkan terimakasih pula kepada penyidik Polres Jakarta Utara yang telah bekerja dengan baik hingga bisa melimpahkan perkara tersebut kemudian mentahapduakannya ke Kejari Jakarta Utara.

“Saya mengapresiasi dan bangga dengan kinerja penegak hukum di wilayah Jakarta Utara, khususnya  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Utara Bapak Siswanto, SH MH yang langsung menahan otak pelaku pengeroyokan dan pengrusakan rumah keluarga saya,” ucapnya.

Tersangka Suseno Halim diduga menjadi otak atau penyuruh sekelompok preman untuk merusak dan mengeroyok anggota Keluarga Herman Yusuf baru-baru ini di Jalan Bisma, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (TIM)

BERITA ini sudah mendapat hak jawab dari Keluarga Suseno Halim,intinya dalam sidang mediasi oleh Dewan Pers, bahwa media online harianjayapos.com melanggar Pasal 3 Kode Etik Jusnalis, dimana kata kata Otak Pengeroyokan menjadi suatu kata yang astribusi negatif dan cenderung menghakimi.

Dengan itu, kami dari media online minta maaf terkait dengan kata kata tersebut.

Demikianlah surat hak jawab dari pengadu Saudara Luciana yang mewakili keluarga Suseno Halim.

Jakarta, 11 Juli 2019

a/n

Toni Limbong, SH ( Pemimpin Redaksi)

 360 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *