Sambungan Pemahaman Naimarata

Oleh : Aliman Tua Limbong

Pada tulisan edisi minggu lalu penulis telah menceritakan  tentang pemahaman  Naimarata. Asal usul kata Naimarata berawal dari daun hijau (Bulung rata) maka untuk selanjutnya penulis ingin memaparkan tentang benda azaib Pungga Haumasan.

Hati pembaca tentu ingin bertanya apa itu Pungga Haumasam serta bagaimana wujudnya ? Lalu apa khasiatnya ?

Tentu penulis tidak tahu menahu tentang benda muzijat tersebut, dalam hal ini  hanya ingin penyampaikan cerita para pendahulu dulu. Dalam cerita ini, penulis ingin berceritakembali bahwa benda ini sangat ajaib. Ketika seseorang berkepergian jauh yang notabene tidak menemukan makanan dan minuman pemilik benda Pungga Haumasan tinggal menjilat benda tersebut rasa lapar akan hilang. Demikian juga halnya ketika haus, hanya dicium rasa haus akan hilang. Hal tersebut bisa kita yakini dijaman itu belum ada ketersediaan transportasi demikian juga halnya jalan masih ditengah hutan belukar. Jika pernah menendengar cerita perjalanan Sipiso Somalim yang ibunya telah memberikan Pungha Haumasan untuk dipergunakan sepanjang perjalanannya.

Cincin Ajaib (Tintin sipajadi jadi) Cincin ini berbentuk bulat, hanya warnanya menyerupai suasa. Keajaiban cincin ini adalah apa saja bentuk permintaan akan diwujudkan ketika pemilik cincin ini tersesat.

Lalu bagaimana dengan Tawar Parabang-abang. Mungkin sebagian diantara pembaca belum pernah mendengar cerita ini. Pada zaman dahulu belum ada para medis, perperangan antar kampung bahkan antar daerah sering terjadi. Jika ada korban kena tombak atau pedang tidak langsung dikubur mayatnya, tetapi disemayamkan disalah satu tempat menung lalu didapatkannya Tawar Parabang abang tawar parubung ubung. Hal tersebut diyakini berdasarkan cerita Sipiso Somalim dibunuh Juara pane. Ketika istrinya mendapatkan Tawar Parabang-abang tawar parubung ubung setelah dioleskan sekujur tubu Sipiso Somalim maka Sopiso somalim bangkit dari tidurnya.

 144 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *