SMPN 35 Pekanbaru Menuju Adiwiyata Tingkat Provinsi

Pekanbaru, JAPOS.CO – Program Adiwiyata saat ini terus disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kepada seluruh Sekolah Negeri. Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Penilaian Adiwiyata didasarkan pada 4 kriteria, yakni pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.

Pada bulan Desember 2018 yang lalu, SMPN 35 yang beralamat di Jl. Tengku Bey – Simpang Tiga ini telah menerima Penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Pekanbaru. Setelah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota, sekolah ini kembali mempersiapkan diri untuk menerima penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi.

Kapala SMPN 35, Indrawaty, S.pd mengatakan bahwa kuat sekali keinginannya untuk ikut serta dalam meraih penghargaan ke tingkat provinsi. Sebagai pemimpin, ia terus mendorong semua pihak yang ada di sekolah tersebut baik itu para guru, para siswa dan orang tua/wali murid untuk selalu menjalin kerjasama yang baik dan secara terus menerus agar tercapai maksud dan tujuan yang diinginkan.

Menurutnya, peran komite di sekolah mereka juga sangat membantu sebagaimana tugas komite sekolah sebagai penghubung antara sekolah dengan orang tua murid. Saat ini pihak sekolah dan komite juga berupaya terus membangun chemistry dengan orang tua siswa yang anaknya yang bermasalah dalam kedisiplian dan yang kurang bisa menangkap pelajaran dengan baik. Dengan membangun komunikasi yang baik dan terbuka antara siswa, orang tua siswa dan pihak sekolah yaitu wali kelas merupakan hal yang harus dilakukan agar tahu titik masalahnya.

Untuk meningkatkan minat baca para siswanya, pihak sekolah juga telah menyediakan media yaitu dengan membuat “Pojok Literasi” (perpustakaan mini) dan “Pohon Literasi” pada setiap sudut kelas. Saat ini Pojok Literasi merupakan tempat favorit para siswa saat jam istirahat sebab perpustakaan mini ini menyediakan buku-buku cerita yang sangat diminati oleh para siswa. Selesai siswa membaca buku cerita tersebut, para siswa dapat menuliskan pesan moral yang terkandung dalam buku yang baru mereka baca dan menggantunggnya pada Pohon Literasi.

Meningkatnya prestasi para murid sudah mulai dirasakan, kegiatan Extra kurikuler (Non Akademik) juga semakin ditingkatkan. “Besar harapan saya, Ketua komite Aspin H. bersama jajarannya dan seluruh orang tua murid dapat bekerjasama dengan saya agar sekolah kita bisa meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat provinsi,“ tuturnya. (AH)

 284 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *