Terdakwa Anthoni Bos Zirkon Tak Kunjung Ditahan

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Bos Zirkon Hon Apriyanto als Anthoni yang disebut-sebut putra dari Hon Phin selaku Direktur pabrik PT Indorec Sejahtera terdakwa kasus pembelian dan pengolahan zirkon ilegal hingga saat ini masih sakti. 

Pasalnya hingga kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sang bos zirkon ini tak kunjung dilakukan penahanan. Saat kasus ini bergulir di Kejaksaan, Antoni tidak ditahan, demikian pula ketika kasusnya sudah bergulir ke pengadilan.

Pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Aspidum Irwansyah mengaku jika sang bos zirkon tersebut tidak ditahan karena pada saat kasusnya ditangani Polda Kep. Babel, terdakwa Antoni tidak dilakukan penahanan. “Tidak kita lakukan penahanan sebab sewaktu di Polda juga tidak ditahan,” ungkap Aspidum belum lama ini.

Antoni tampaknya tetap berada di ‘zona nyaman’ meski tengah menghadapi kasus ini. Ia memang sempat merasakan penahanan ketika di Polda.

Setelah digerebek polisi, riwayat penanganan perkara hingga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang diawali polisi menahan sel sejak 13-9-2018 s/d 2-10-2018. Kemudian diperpanjang tahanan Rutan 2-10-2018 s/d 11-11-2018. Polisi kemudian mengubah tahanan Rutan jadi Kota sejak 13-10-2018 sd 10-01-2019.

Lalu, saat di kejaksaan, Jaksa penuntut melanjutkan tahanan kota 11-01-2019 s/d 27-02-2019. Di tingkat Pengadilan terdakwa Antoni ditetapkan jadi tahanan rumah oleh majelis hakim yang diketuai Corry Oktarina dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar.

Humas Hotma EP Sipahutar yang juga salah satu hakim anggota membenarkan sudah adanya pelimpahan dan siap untuk disidangkan pada Rabu (20/2) besok. 

Terkait kesan pengistimewaan tersebut, Hotma mengaku majelis hanya meneruskan tahanan yang sudah dilakukan pihak jaksa penuntut saja. “Untuk mengenai penahanan, majelis hakim melanjutkan penahanan rumah yang sudah dilakukan oleh penuntut umum terhadap terdakwa. Namun apabila terdakwa mempersulit jalanya persidangan dan pasal yang didakwakan kepada terdakwa dapat dilakukan penahanan, maka majelis hakim berdasarkan kewenanganya dapat menahan terdakwa,” kata Hotma kepada wartawan, Selasa (19/2).

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana berupa pembelian, penampungan dan pengolahan mineral ikutan tanpa izin yang lengkap oleh PT. Indorec Sejahtera bermula saat Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung melakukan penggerbekan pabrik di jalan SLA Dusun III Batu Rusa, Merawang, Bangka, Rabu sore (12/9) sekitar pukul 14 WIB.

Dari penggerbekan dan pengecekan tersebut petugas mendapati diantaranya kegiatan pembelian, penampungan dan pengolahan mineral ikutan dimulai sejak bulan Juni 2018. Mineral ikutan yang diolah adalah zirkon, elminite dan monazite.(Oby)

 148 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *