Bantahan Dari Korban Akte Nikah Yang Diduga Palsu Atas Surat Hak Jawab Dari GBI Beth Rapha

Pekanbaru, JAPOS.CO – Terkait dengan terbitnya Surat Hak Jawab atas pemberitaan Akta Nikah yang diduga palsu, maka korban kembali menghubungi team media japos.co untuk memberikan bantahan atas pernyataan yang terkandung di dalam Surat Hak Jawab dari GBI Beth Rapha tersebut berupa “Sebelum melaksanakan pernikahan dan atau peneguhan pernikahan di GBI Beth Rapha Minas telah melakukan memeriksa dan memastikan bahwa jemaat yang bersangkutan telah memenuhi syarat-syarat pernikahan yang berlaku di Gereja Bethel Indonesia”.

Atas pernyataan di atas, korban memberikan bantahan dalam bentuk surat demi mengungkapkan fakta sebenarnya. “Kami tidak pernah diminta untuk memenuhi persyaratan apapun sebelum dan sesudah pelaksanaan pemberkatan nikah. Baik itu KTP ataupun Kartu Keluarga dan  juga KKJ (Kartu Keluarga Jemaat) serta Surat Baptis, dll.  Oleh sebab itu kami menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh pihak GBI Beth Rapha di media japos.co adalah tidak benar sama sekali. Sebelum kami dinikahkan dan pada saat kami dinikahkan, kami belum memiliki KTP, KK, KKJ dan juga Surat Baptis karena memang kami belum dibaptis secara selam sesuai pengajaran di GBI”.

“Sebelum ataupun sesudah kami dinikahkan, tidak ada pihak GBI Beth Rapha yang melakukan bentuk pemeriksaan apapun sesuai yang disebutkan pada pernyataan GBI Beth Rapha di media japos.co. Jadi kami sangat tidak mengerti maksudnya pemeriksaan dalam bentuk apa karena sesuai poin nomor 1 di atas bahwa kami tidak pernah diminta untuk memenuhi persyaratan apapun untuk pernikahan kecuali kami ditawarkan untuk ke gereja yang digembalakan Pdp. Benny Bronson dapat melayani pemberkatan pernikahan tanpa mengikuti syarat yang ada bahkan juga menyanggupi untuk pengurusan Akta Nikah, KTP dan KK, adapun pas photo dalam akta nikah gereja, kami sendiri yang menempelkannya”.

Setelah kami membawa Akta Nikah yang ditandatangani oleh Pdt. Jefry Sihombing tersebut kepada Disdukcapil Siak agar kami bisa mendapatkan akte Catatan Sipil, ternyata ditolak maka kami berkali-kali menghubungi Pdp. Benny Bronson yang melakukan pemberkatan nikah kami, namun kami tidak ditanggapi sama sekali dan malah kami diminta agar menyimpan dan agar tidak memberitahukan tentang Akta Nikah itu kepada siapapun. Ini adalah hal yang sangat mengherankan bagi kami”.

“Oleh sebab itu maka kami telah melaporkan hal yang telah merugikan dan mempermalukan kami kepada pihak Polda Riau. Sampai dengan surat ini dibuat, tidak ada itikad baik dari Pdp. Benny Bronson yang melakukan pernikahan kami untuk menyelesaikan hal tersebut”.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa kami baru mengetahui melalui pernyataan GBI Beth Rapha di media japos.co bahwa pihak yang menikahkan kami ternyata adalah GBI yang disebut GBI Beth Rapha. Karena sebelumnya menurut pengakuan yang kami dengar dari Pdp. Benny Bronson yang melakukan pernikahan kami, bahwa GBI dengan sebutan lain. Dan tidak ada dikatakan oleh Pdp. Benny Bronson bahwa GBI Beth Rapha”. 

Pernyataan ini dibuat oleh korban untuk meluruskan pemberitaan yang dinyatakan oleh GBI Beth Rapha di media Jaya Pos tersebut sehingga tidak ada pihak yang menyebarkan kebohongan. (Team & AH)

 

 943 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *