Drainase Desa Rimba Beringin Amburadul Diduga Asal Jadi

Pekanbaru, JAPOS.CO  –   Melalui Program Jokowi, Presiden RI  dalam bentuk Dana Desa bertujuan untuk pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi hingga masyarakat  sejahtera. Seperti pembangunan drainase di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar yang bersumber dari APBN.

Sementara  temuan Japos.co beberapa waktu yang lalu di Desa Rimba Beringin Kec Tapung Hulu, penggunaan dana desa tahun 2018 dinilai tidak efektif dan diduga menyimpang dari Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Bangunan drainase yang berlokasi di RT 01 RW 12 Desa Rimba Beringin, dengan Volume 10x 60 x 70 x 300 Meter, dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga lantai kerja merata hancur dan dindingnya sudah banyak yang retak.

Saat mendatangi kantor Desa Rimba Beringin untuk meminta konfirmasi dengan PJ Desa Rimba Beringin, tetapi tidak ada di Kantor namun hanya bertemu Sekdes, Ratno beserta perangkat lainnya.

Melalui ponsel PJ Desa Rimba Beringin, Siam mengarahkan awak media untuk meminta konfirmasi kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), karena dia sedang di Pekanbaru.

Sukiman B selaku Kaur Pembangunan tidak tahu dimana lokasi pembangunan proyek drainase itu dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Japos.co.

Sementara Tumino sebagai TPK menjelaskan bahwa besinya ada 7 batang yang panjang, sebelah kanan 3, sebelah kiri 3, dan di bawah 1 batang besinya, sebab later U.

“Kalau tidak percaya mari kita bongkar dan dicek, kalau memang besinya satu siap kita bongkar. Dan

terkait masalah pecah dan retak itu disebabkan karena pada waktu kita mengecor sedang musim hujan sehingga air mengalir terus. Kemungkinan pada waktu musim kemarau kita ngecor tidak terkikis,” kata Tumino.

Menanggapi prihal waktu pengerjaan drainase pada saat musim kemarau , Tumino tersenyum dan mengatakan, “Limbah dari rumah warga itu tumpuannya kesitu semua. Mau ngecor proyek drainase ini saja harus dibendung dulu, belum selesai ngecor sudah jebol. Mengalir lagi air itu dengan deras. Kalau untuk ketebalan dinding di RAB nya itu 10 cm, lantai kerja 3 sampai 5 cm, jika menurut RAB 5 cm,” katanya.

Di tempat terpisah, Indra Nazarudin, Sekretaris LSM Perlahan Kabupaten Kampar, menduga

pernyataan yang disampaikan oleh TPK Desa Rimba beringin ini adalah keterangan palsu. “Karena padawaktu pengerjaan dia bilang musim hujan, saat dibantah oleh media tadi tidak ada musim hujan. Lalu saya lihat dari raut wajahnya TPK itu sudah berubah,” tuturnya.

“Saya berharap kepada pemerintah dan instansi terkait, agar melakukan audit ke lapangan. Sebab baru beberapa bulan pengerjaannya sudah retak dan lantai proyeknya hancur,” Harap Indra . (AH)

 

 

 479 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *