Ribuan Ton Beras Bulog Di OKU Rusak Dan Busuk

Baturaja, JAPOS.CO –   Berdasarkan temuan Tim Serapan Gabah (SERGAB) TNI AD beberapa waktu yang lalu. Ternyata sangat mengejukan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab. OKU) 6 Ton beras bulog rusak dan busuk.di gudang yang terletak di Terukis Rahayu Martapura.       

Dandim 0403 OKU LetKol Art. Agung Widodo, S.Sos menyampaikan bahwa sebanyak 6 Ton Beras Bulog rusak dan busuk sebaiknya dilelang kepada pihak luar dijadikan pakan ternak jangan di oplos lagi ke gudang.

Anggota DPRD Kab. OKU Yopi Sahrudin. S. Sos.meninjau langsung ke gudang  Badan Urusan Logustik (Bulog) Drive OKU, ternyata benar yang di informasikan Beras Bulog Ribuan rusak dan busuk.  

” sebanyak 6 Ribu Ton Beras Bulog rusak dan busuk tersebar di beberapa gudang bahkan sampai ke gudang Bulog Belitang, dalam hal ini pihak Bulog melakukan perbuatan Zholim, sebaiknya dibagikan saja kepada masyarakat yang membutuhkannya,” jelas Yopi, Senin (4/2)

Yopi menghimbau “ untuk tahun kedepan agar tidak terualang kembali kejadian seperti ini,” ujarnya.

Kepala Gudang I Muksin, pihaknya membenarkan ada sekitar 6 Ribu Ton Beras Rusak dan Busuk. 3 Ribu Ton Beras Bulog tahun 2015 dan 200 Ton Tahun 2018 .Beras yang rusak tersebut tersebar di beberapa gudang bahkan sampai ke Gudang Belitang selain itu ada Gula Pasir sudah kaduluarsa sebanyak 200 Ton.        

 “ ada Gula Pasir sudah kaduluarsa sebanyak 200 Ton pihaknya membeli beras Bulog Rp 8 ribu /Kg nya kepada  FH dan BR namun untuk lebih jelasnya tanya langsung Kepala Bulognya,” tandasnya.        

Sementara Kepala Bulog Kab. OKU Doni Laksana Putra, saat dikonfirmasi Jaya Pos di Kantornya (7/2) sedang tidak ada ditempat, mengenai terkesan mubazir beras sampai busuk, kenapa tidak melakukan beras pasar murah saja?. Karena beras Negara mungkin akan ditarik oleh Pemerintah,” kata Security yang bekerja di Bulog       

“ mengenai beras Bulog rusak dan busuk serta hamaan,penyebabnya,karena Raskin tidak ada lagi dan tidak ada alokasinya untuk ke Bulog. Sekarang Raskin langsung ke Dinas Sosial, tidak melalui kami lagi,” jelasnya.( PARMIN )  

 209 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *