30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas Di Jambi

Jambi, JAPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto hadiri rapat Koordinasi Millenial Road Safety Festival, Rabu (6/2/2019) kemarin bertempat Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Walikota Jambi. 

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang”. 

Dianto mengatakan, kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 17 Febuari 2019 mendatang, diadakan di seputaran Kantor Gubernur Jambi. Dalam kegiatan ini diharapkan juga kehadiran seluruh elemen masyarakat terutama para pelajar. 

“Kita berharap nanti kehadiran dari seluruh elemen masyarakat terutama dari para pelajar yang diundang pada kegiatan tersebut dan diharapkan nanti sekitar 30.000 orang hadir. Inikan cukup banyak dan kita berharap kesiapan dari seluruh panitia pelaksana dan nanti pada kegiatan teknisnya secara rinci dapat disampaikan oleh ketua panitia beserta seluruh aparat terkait,” kata Dianto.

“Kegiatan ini nanti ada kegiatan sepeda, jalan santai, ada senam yang akan diadakan,” lanjutnya. 

Dirinya mengatakan, dengan adanya kegiatan ini bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, karena saat ini yang diketahui kecelakaan lalu lintas di Jambi dalam satu tahun mendekati 400 jiwa dan jika dibagi hampir setiap hari lebih dari 1 orang yang meninggal dunia. 

Saat ini, lanjut Dianto, anak-anak pelajar pada sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah menggunakan kendaraan bermotor yang belum cukup umur untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). 

“Oleh karena itulah kita berharap kalau hari ini hadir seluruh para majelis guru, kepala sekolah, camat, lurah, kita berharap bahwa angka kecelakaan lalu lintas ini setiap tahun itu terjadi pengurangan, bukan meningkat, karena yang kita tahu bahwa setiap tahun kecelakaan bermotor itu meningkat,” bebernya. 

Dirinya juga berharap, kegiatan ini juga bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas dan anak-anak generasi muda kedepannya bisa berhati hati dalam berkendara agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. 

“Jadi kalau mereka sejak muda sudah masuk atau terkena musibah kecelakaan lalu lintas kalau mereka patah kaki, patah tangan otomatis mereka tidak bisa lagi menjadi abdi negara karena kecacatan fisik, kalau memang mereka kecelakaan itu tidak berat mungkin masih bisa bekerja disektor lain, tapi kalau mereka cacat seumur hidup itu alangkah kasihan bagi orang tua mereka,” tandasnya. (Rizal)

 193 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *