Polsek Tapung Ungkap Laporan Palsu

Pekanbaru, JAPOS.CO – Satu orang pria dan perempuan mengaku pasangan suami istri melaporkan tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan ke Polsek Tapung pada Minggu (20/1/19) yang lalu sekitar pukul 18.00 Wib. 

Pasangan itu mengaku bernama Riki Siregar alias Riki dan istrinya Marnidar Waruhu Alias Mega yang mengaku sebagai korban pencurian dengan kekerasan. Menurut pengakuannya, Riki bersama istrinya yang hendak berangkat menuju Minas untuk menjemput tenaga kerja. Karena tidak tahu rute jalan kemudian mereka bertanya pada dua orang pejalan kaki. Ke dua orang tersebut kemudian membawa mereka ke arah PT Arara Abadi, Kecamatan Tapung. Setelah berada di dalam areal PT Arara Abadi tersebut ternyata tenaga kerja yang dijanjikan tidak ada melainkan kedua orang tersebut menodongkan pisau ke arah mereka dan meminta semua uang dan barang-barang milik mereka sehingga mereka menyerahkan empat buah handphone beserta uang sebesar Rp.10.230.000.

Selanjutnya pelaku menyuruh mereka untuk turun dan pelaku pergi dengan membawa satu unit mobil Strada Triton warna silver dengan nomor polisi B 9464 KBA dan kemudian mereka meminta tolong pada mobil yang lewat untuk diantarkan ke Polsek Tapung untuk melaporkan bahwa telah terjadi peristiwa perampokan tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, kemudian Unit Reskrim Polsek Tapung melakukan penyelidikan dengan mendalami hasil interogasi korban kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk mensingkronkan antara keterangannya dengan kondisi di lokasi kejadian kemudian melacak keberadaan mobil melalui GPS.

Dari hasil penyelidikan ditemukan kejanggalan mengenai kejadian yang dilaporkan tersebut sehingga timbul kecurigaan bahwa pelaku menyampaikan keterangan yang palsu. Di hadapan penyidik yang selanjutnya dilakukan interogasi ulang kepada pelaku Marnidar Waruhu yang mengaku bahwa tidak benar telah terjadinya pencurian dengan kekerasan melainkan pelaku sengaja telah membuat keterangan palsu kepada Anggota SPKT Polsek Tapung dan juga kepada Penyidik Pembantu Polsek Tapung dengan tujuan untuk melakukan penipuan dan penggelapan uang milik majikannya bernama Nurul Sinaga. Pelaku sengaja membuat keterangan palsu agar seolah-olah pelaku adalah korban dari tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kejadian sebenarnya adalah pada Minggu (20/1/19) sekitar pukul 16.25 wib saksi an. Sinaga mengirimkan uang kepada tersangka melalui rekening milik Riki Siregar yang mana Marnidar Waruwu disuruh mencari orang pekerja. Sdr Sinaga mengirimkan uang untuk membawa pekerja tersebut namun pekerja yang dijanjikan oleh Marnidar Waruwu tersebut tidak ada dan uang yang dikirimkan tersebut juga sudah tidak dapat di kembalikan oleh tersangka Riki Siregar dan Marnidar Waruwu. Selanjutnya mobil perusahaan tempat Riki Siregar bekerja yang digunakannya yang saat itu mengakui bahwa telah dicuri orang namun berdasarkan penyelidikan oleh Polsek Tapung bahwa mobil tersebut tidak hilang namun di sembunyikan oleh Riki Siregar di kebun sawit belakang pabrik sawit PT Rama-Rama.

Berdasarkan keterangan Marnidar Waruwu setelah diintrogasi mengakui bahwa niat Riki Siregar ingin berhenti bekerja dari perusahaan tempatnya bekerja dan mobil tersebut hendak di jual ke km 26 minas yang mana Marnidar Waruwu saat mendengar Riki Siregar bercerita dengan 2 orang temannya (DPO). Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke polsek tapung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (AH)

 306 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *