Jelang Imlek, Disperindag Provinsi Jambi Dapati Puluhan Makanan Tanpa Merek Beredar Bebas

Jambi, JAPOS.CO – Menjelang Imlek tahun 2019, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispenrindag) Provinsi Jambi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Hongkong Jambi, Senin (4/2/2019). 

Sidak yang dipimpin oleh Kadisperindag Provinsi Jambi, Ariansyah menemukan makanan ringan berbagai jenis yang tidak memiliki merek, tanggal kadaluarsa dan tanpa izin edar. Puluhan kemasan makanan ringan diminta untuk diturunkan dari pajangan sebelum ada merek yang sesuai dan layak untuk dikonsumsi. 

“Jadi ini merupakan tugas kami Dinas Perindag di bantu kawan-kawan dari Polda memberikan rasa aman dan nyaman. Kita melakukan sidak menjelang hari besar keagamaan imlek,” ujar Ariansyah kepada awak media. 

Ariansyah mengatakan dari beberapa toko umumnya ditemukan produk makanan yang dihasilkan dari pabrikan tanpa merek. 

Para pedagang diketahui memasok barang dalam jumlah besar yang bungkus sebuah kotak. Kemudian para pedagang membagi makan dalam kemasan kecil lalu di jual tanpa keterangan.  

“Apapun itu namanya kita meminta mereka untuk menarik sebelum dibikin brandnya. Lebel itu adalah kewajiban, kemasan oke tapi label tidak ada dan izin edar tidak ada, kita ambil tindakan persuasif mengamankan barang agar tidak di jual,” katanya. 

Ariansyah menegaskan agar pedagang tidak lagi menjual barang sebelum keterangan seperti izin, label dan tanggal kadaluarsa dicantumkan. Bila masih ditemukan maka Disperindag akan melakukan tindakan penyitaan. 

Ariansyah menambahkan bahwa Disperindag melakukan tindakan persuasif sehingga pedagang langsung menarik produk dengan sendirinya. 

Dirinya menambahkan bahwa produk makanan yang dijual tanpa label merupakan impor dari negara Cina. 

“Makanan ini kebetulan dari pabrikan impor dari Cina. Kita juga melindungi UKM lokal, kita banyak kacang-kacangan saya rasa tidak ada salahnya para pelaku usaha ini mengambil makanan ringan dari UKM Jambi. Kita lihat UKM Jambi lengkap tadi sudah di bandingkan ada label, ada izin edar dan kadaluarsa,” tuturnya. 

Ariansyah mengatakan saat ini belum melakukan tindakan lainnya selain menegur pedagang dan distributor makanan. Dirinya berharap pedagang dan distributor menjual produk sesuai dengan aturan yang berlaku. (Rizal)

 196 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *