Tahun Ini Lebih Dari 10 Ribu Arsip Akan Dimusnahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jambi

Jambi, JAPOS.CO – Kepala Konservasi Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jambi, Irsan menjelaskan sejak diterbitkan Undang-Undang (UU) nomor 43 tahun 2009 hingga saat ini belum ada pemusnahan arsip. Namun yang telah dilakukan adalah peninjauan kembali.

Tahun 2019 ini, kata Irsan kearsipan Provinsi Jambi merencanakan pemusnahan pada bulan Maret mendatang. Adapun jumlah arsip yang akan di musnahkan berjumlah 10. 948 berkas.

“Tahun ini kami punya beberapa tahap pemusnahan, untuk arsip ada 4 kali pemusnahan, periode pertama berjumlah 10.948 berkas,” sebut Irsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/2).

Menurut Irsan, terdapat beberapa aturan terkait pemusnahan, maka sebelum melakukan pemusnahan kearsipan Provinsi Jambi mengadakan rapat dengan pencipta arsip kemudian meminta persetujuan Gubernur Jambi. Saat ini, tahapan ini telah sampai ke Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Jambi.

Setelah SK pemusnahan disetujui gubernur maka kearsipan Provinsi Jambi akan melakukan proses lagi yaitu meminta izin dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) agar mekanisme yang dilakukan jelas.

“Target kami tahun ini sekitar 100 ribu berkas yang kami musnahkan itu target RPJMD 2016-2021. Jadi hampir 10 tahun undang-undang itu diterbitkan dari pihak Provinsi Jambi belum melakukan pemusnahan, maka kami mempunyai keinginan tahun ini dilakukan pemusnahan dengan cara dicacah/penghancur kertas,” ujar Irsan.

Irsan menambahkan bahwa bahan pertimbangan pemusnahan dasar pertama adalah retensi. Menurutnya, kalau retensi arsipnya ada dari pihak provinsi bisa dari nilai guna. Serta arsip tersebut dianggap tidak layak untuk disimpan maka tidak ada salahnya untuk dimusnahkan. Sebab sarana dan prasarana kearsipan Provinsi Jambi tidak memadai untuk menampung seluruh arsip yang ada.

“ mulai dari terbit UU 43 tahun 2009 hingga saat ini belum ada dinas lingkup Provinsi Jambi yang menyerahkan arsip,” ujarnya.

Dirinya mengaku tidak mengetahui alasan dinas, namun disinyalir kurangnya kesadaran dari dinas untuk menyerahkan arsip. Terlebih arsip masih dipandang sebelah mata serta SDM yang kurang memadai. 

“  Tahun 2020 mendatang akan mengupayakan gerakan sadar arsip untuk dinas-dinas lingkup Provinsi Jambi, Insyaallah 2020 akan memulai gerakan sadar arsip,” tutupnya. (Rizal/Revi)

 

 220 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *