BNN Amankan Narkoba Jaringan Lapas Serta Ekstacy Jenis Baru

Jakarta, JAPOS.CO-  Badan Narkotika Nasional ( BNN) telisik hubungan sindikat Aceh dengan barang bukti 1.4 ton ganja dan dua kelompok Aceh lainnya dengan barang bukti tangkapan sabu sebesar 100kg sabu serta 10ribu butir extacy jenis baru yang efeknya lebih kuat dari ekstacy biasanya.

Menurut Komjen Heru Winarko, Kepala BNN menjelaskan” ketiga kelompok ini diduga sama –sama dikendalikan naripidana dari balik penjara. Barang bukti 1.4 ton ganja hasil ungkap kasus di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Baranang siang Bogor dan Sarua Depok Jawa Barat,” jelasnya pada saat jumpa pers di halaman BNN Cawang Jaktim.Jumat (1/20).

Hasil penyidikan sementara lima orang tersangka jaringan Aceh yang sudah diamankan. Selain jalur darat barang haram dikirm dari Aceh melalui jalur udara. Aksi mereka dapat digagalkan berkat kejelian penyidik dilapangan dan informasi masyarakat. Sebelumnya BNN telah meringkus dua kelompok aceh lainnya di Bireun dan perairan Aceh Utara.

“ Setidaknya 100kg sabu dan 10rb pil ekstacy jenis baru yang efeknya lima kali lebih kuat dari biasanya disita dalam ungkap kasus yang melibatkan lima tersangka dimana satu sma lain masih memiliki hubungan keluarga, salah satu diantaranya napi Tanjung Gusta Medan yang bernama Ramli alias bang Li,” ungkap Heru.

Sementara, Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan dalam kasus ini BNN juga mengamankan kandungan jenis baru yang baru dua kali ada di Indonesia dengan tersangka Fredi Budiman (alm).

“ Ada temuan baru di Aceh dan Medan penyitaan ekstacy yang kita temukan biasanya mdma namun kali ini bahannya adalah pmma, ini merupakan mps terdiri dari paramentavitamin yang efeknya lima kali lebih kuat dari ekstasi yang biasa kita temukan dan kita lakukan penggerebekan,” Ungkapnya.

Lanjutnya, ditemukan mesin lab juga bahan –bahan pembuat ekstacy yang ditemukan di Medan yakni  nps atau new sikoaktif subtensis yang mana belum masuk kepada Undang- Undang yang ada barang baru bmdp sintetis,katinon dicampur kafein dan netilon dan kita serahkan barang bukti dan tersangkanya  ke Polda Sumut.

“ Dengan Undang – Undang kesehatan, baru 2 kali kita temukan di Indonesia pertama 1 juta butir ekastasi dengan tersangka Fredi Budiman dan ini yang kedua kali,” terangnya.

Menurut Arman, temuan ini mengungakapkan fakta bahwa lapas masih menjadi titik aman bagi napi untuk mengendalikan bisnis haram narkotika. Seluruh tersangka hingga kini masih menjalani pemeriksaan di BNN Cawang, Jakarta Timur dengan dijerat UU Narkotika dengan ancaman Pidana Mati.@ D2

 

 278 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *