Lima Faktor Utama Keberhasilan Kampung KB, Ini Kata Sekda Provinsi Jambi

Jambi, JAPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi, Agus Sunaryo membuka pertemuan kelompok kerja advokasi tingkat Provinsi dalam rangka rapat koordinasi tim Pokja Kampung Keluarga Berencana (KB) Provinsi Jambi, di ruang utama kantor Gubernur Jambi pada Kamis (31/1/2019). 

Sekda mengatakan dalam rilisnya bahwa Kampung KB adalah program bidang kependudukan yang sejalan dengan agenda prioritas pembangunan pemerintah (nawacita) ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

Nawacita ke lima yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan pendidikan. Nawacita ke delapan adalah melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan. 

“Dalamnya petunjuk teknis pengertian Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa dengan kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan antara program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dengan pembangunan sektor terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat,” kata Sekda yang disampaikan oleh Agus Sunaryo. 

Kampung KB merupakan tempat terintegrasinya program pembangunan dari seluruh lintas sektor. Lingkup kegiatan Kampung KB tidak hanya fokus pada kegiatan program KKBPK saja, melainkan ada kegiatan kesehatan reproduksi, ketahanan dan pemberdayaan keluarga, pembangunan permukiman, pendidikan hingga peningkatan sosial ekonomi masyarakat. Maka pada pelaksanaan Kampung KB lintas sektor dilibatkan secara aktif. 

Sekda menuturkan lima faktor utama keberhasilan Kampung KB yaitu, komitmen kuat dari pemangku kebijakan di semua tingkatan, bintegrasi lintas sektor, optimalisasi fasilitas dan dukungan mitra kerja semangat dan dedikasi pengelola Kampung KB termasuk petugas lini lapangan KB lima partisipasi masyarakat. 

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan ungkapan ini bisa digunakan untuk menggambarkan pentingnya keterlibatan semua pihak terutama lintas sektor dalam implementasi Kampung KB bukan hanya peningkatan capai kami saja yang akan dilihat melainkan juga capaian bidang lainnya seperti kesehatan sosial ekonomi pendidikan dan lain-lain maka dari itu dalam menjalankan program Kampung KB semua pihak perlu dilibatkan baik pemerintah pusat pemerintah daerah lembaga non pemerintah dan swasta semua punya peran penting yang saling berkaitan satu sama lain mulai membuat peraturan hukum membantu masyarakat dalam menjalankan program di lapangan,” ujarnya. 

Kampung KB merupakan perwujudan dari Sinergi antara beberapa Kementerian terkait dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah mitra kerja dan pemangku kepentingan serta tidak ketinggalan partisipasi langsung masyarakat setempat. Oleh sebab itu Kampung KB ini diharapkan menjadi miniatur atau gambaran dari sebuah desa yang didalamnya terdapat keterpaduan dari program pembangunan kependudukan KB dan pembangunan keluarga yang disinergikan dengan program pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistematik dan sistematis. 

“Keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB tingkat Provinsi Jambi sebagai tim kerja yang beranggotakan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi yang berasal dari perwakilan pemerintah mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan advokasi kebijakan di tingkat provinsi dan pembinaan serta pemantauan kegiatan advokasi Kampung KB di tingkat kabupaten kota,” beber Sekda. (Rizal)

 176 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *