Mahasiswa dan Masyarakat Demo Menolak Kehadiran TNI Di Areal Kebun Kelapa Sawit Desa Sontang

Pekanbaru, JAPOS.CO – Kehadiran 1 (satu) kompi Batalyon Infanteri 132 / Bimasakti Kampar di areal Kebun Kelapa Sawit masyarakat Desa Sontang dipertanyakan, sebab kehadiran para aparat pemerintah ini menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan bagi para pekerja di areal kebun sawit tersebut.

Sebagai wujud ketidaknyamanan mereka, masyarakat dan mahasiswa mengadakan demonstrasi besar-besaran di lokasi lahan kebun kelapa sawit pada Senin (21/1/19).

Dengan membawa spanduk, mereka berorasi dengan lantang menolak kehadiran para TNI dan meminta agar para aparat ini harus segera ke luar dari perkebunan kelapa sawit mereka.

Saat team Jurnalis japos.co mewawancarai Kepala Desa setempat, Zul yang ikut hadir bersama masyarakat Desa Sontang mengatakan bahwa mereka dengan tegas menolak kehadiran PT Rokan Adi Raya Plantation, sebab kehadiran para TNI  di lokasi kebun sawit milik masyarakat atas persetujuan Humas pihak PT Rokan Adi Raya Plantation (RAP).

Menurut masyarakat pemilik lahan melalui pengacara mereka, PM Hutajulu dan Partner sejak 19 Desember 2018 para TNI sebanyak 1 (satu) kompi datang ke desa mereka untuk melaksanakan latihan tembak tingkat regu atas perintah Kepala Seksi Operasional Korem 031/ Wirabima Pekanbaru.

Masyarakat mempertanyakan mengapa Latihan tembak di areal kebun masyarakat?  Apakah diizinkan?  Apakah tidak beresiko?

Ketika Jurnalis Japos.Co mencoba meminta keterangan dari salah satu anggota TNI yang ada di lokasi,  anggota TNI tersebut mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan perintah.

Masyarakat dan mahasiswa meminta supaya TNI yang dicintai rakyat tidak dipakai untuk kepentingan kelompok untuk manyakiti rakyat. (AH)

 164 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *