10 Paket Kegiatan Pembangunan Prasarana Dispora Surabaya 2017 Diduga Tidak Sesuai Kontrak

Surabaya, JAPOS.CO – “Penggelontoran anggaran APBD di tahun 2017 diharapkan sesuai dengan regulasi, baik pengawasan tim penyelenggara secara detail dan terkoreksi akan fisik pekerjaan lapangan kesamaan persyaratan dokumen terlaksana hingga finish sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap sosok ketua LSM aktivis penggiat pemerhati anggaran APBD Transparancy Center Indonesia, Warsono, SH.

“Karna mengacu pada penanda tanganan fakta integritas akan tetapi faktanya menyebutkan lain, masih ditemukan kinerja lemah, melempem, tidak tertib, abaikan Tupoksi yang menyebabkan kerugian negara, pemborosan dan kebocoran PAD dalam pembayaran tidak sesuai kontrak bila melihat Perpres No.4 TH 2015 pasal 6 dan pasal 18 ayat 5 tentang pengadaan Barang dan jasa.
Untuk itu seharusnya Walikota Surabaya tidak mengeluarkan rekom akan tetapi menindak tegas, minimal sanksi berat agar ada efek jera atau pergantian dan tidak mengulang kembali di tahun berikutnya,” lanjutnya.

Lebih lajut dikatakannya, seperti terjadi di salah satu SKPD Dispora Surabaya di tahun 2017 menurut sumber yang bisa di percaya menerangkan kelebihan pembayaran akibat pekerjaan yaitu paket lokasi futsal kecil Jl. Kertomenanggal VII Depan Masjid Al Badar Perum Mengurai pada volume MC-100 pada item pengelasan ujung besi wiremesh M5 sebesar 3.583 titik akan tetapi hanya melakukan pengelasan 2.649 titik (3.583-2.649) dan terbayar 3.583 terdapat selisih yaitu 934 volume, pembangunan gedung type A (Lapangan Dharmawangsa Tahap VI (hokey) Jl. Dharmawangsa pada ketebalan urukan abu item pasangan batu seharusnya 10 cm akan tetapi hanya 7,5 menimbulkan selisih 22,63 M3 alhasil terbayar penuh 10 cm, pembangunan Gedung Tipe B Lintasan Atletik Lapangan THOR Jl. Padmosusastro Surabaya pada item pemasangan material sintetis (Sandwich System) sebanyak 18,1 M2 dan selisih harga atas pengadaan peralatan atletik Galah 4,25 m sebanyak 4 buah sebesar Rp.27.552.000, pembangunan Tipe A (Pembangunan Lintasan Sirkuit Balap Motor (Tahap II) Gelora Bung Tomo Surabaya pada item urukan sirtu pemadattan alat berat seharusnya 1.362,67 M3, item perkerasan dan perlengkapan Rigid Pavemen tebal 200mm, item CTB Sirkuit tebal150 mm, Lapis Aus AC-WC tebal 6cm, item Geotextile Woven 250 gr, pondasi guardril dan Curbing.

“Banyaknya pengurangan volume pada item masing-masing terbayar hingga menyebabkan kerugian negara dan kebocoran mencapai Rp.719.490.115,82.
Alhasil hanya solusi dalam diskusi pengembalian padahal bila melihat ketentuan bila menyebutkan dan tertera nilai kerugian masuk kategori unsur melawan hokum, bahkan banyak aktivis yang berkomentar. Sepatutnya dipolisikan atas prihal tersebut biar masyarakat menilai dan berasumsi terjadi tindak pidana korupsi seperti pada ketentuan UU 31Tahun 1999 penyalahgunaan jabatan, pihak berwenang seharusnya menindak tegas bila terjadi kerugian oleh ulah oknum penyelenggara,” ungkap Warsono. (Junn)

 313 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *