Kuasa Hukum : Jaksa Tidak Relevan Abaikan Fakta Sidang, Terdakwa Di Tuntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang kasus dugaan pemalsuan dengan terdakwa Sudarto alias Hadi Sudarto kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/12) dengan agenda pembacaan tuntutan. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutannya yang dibacakan dihadapan Majekis Hakim Sutikna menyatakan bahwa terdakwa Sudarto alias Hadi Sudarto telah terbukti secara meyakinkan bersalah menggunakan otentik palsu dengan menjatuhkan pidana tuntutan selama 3 tahun 6 bulan. 

Hal yang memberatkan terdakwa menurut Jaksa, tidak merasa bersalah dan hal yang meringankan selama didalam persidangan berprilaku sopan dan belum pernah dihukum. 

Menanggapi atas tuntutan Jaksa, Kuasa Hukum Terdakwa, Syuratman Usman mengatakan,”Ya terdakwa kan tidak bersalah, kalau dilihat dari fakta persidangan,” jelasnya kepada wartawan usai persidangan. 

Menurut Syuratman, tuntutan Jaksa tidak relefan dan jaksa mengabaikan fakta fakta dalam persidangan dan keberatan atas keputusan tersebut. 

“Kami di kasih waktu sampai hari Kamis untuk melakukan Pledoi (pembelaan). Ya, kami akan masukan Pledoinya,” ujar Syuratman. 

Hal senada disampaikan oleh Coki TN Sinambela bahwa keberatan atas tuntutan Jaksa karena bukan tindak pidana dan tidak memenuhi unsur pidana. “Surat tersebut harus diuji dengan Lab Krim, uji forensik terhadap SHM Nomor 75. Perkara ini sudah kadularsa lebih dari 12 tahun,” jelasnya. 

Lanjut Syuratman, kita  juga menyayangkan bahwa perkara ini dipaksakan, kalau memang dakwaan atas sangkanya berkaitan mengunakan surat yang diduga palsu semestinya di lab surat itu maka ada non identik dan identik, maka kami berkeyakinan Jaksa menuntut bebas. 

“Tapi itu hak Jaksa, nanti di Pledoi akan kita ungkapkan fakta-fakta dalam persidangan,” terangnya.

Lanjutnya, Selaku Kuasa Hukum berharap Majelis Hakim memutus bebas. “Ya, setidak dilepaskan dari tuntutan bahwa ini bukan kejahatan sebagaimana yang didakwakan lebih keperkara masuk dalam perdata,” harapnya. 

Sebagai informasi, sebelumnya masuk gugatan perdata bahwa ahli waris mengugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarya yang sudah dikabulkan tentang sebidang tanah yang saat ini diperuntukan Kantor Samsat Jakarta Timur. 

Tanah seluas 29000 meter persegibdi Jl.  D.I Panjaitan Cipinang Besar Utata, Jatinegara Jakarta Timur yang dimenangkan pihak ahli waris Ukar bin Kardi dalam kasus perdata tersebut. Namun berbalik memperkarakan Audarto alias Hadi Sudarto yang menjadi terdakwa yang sebelumnya dikuasakan ahli waris dengan sangkaan pemalsuan surat tanah. (@d2)

65 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *