Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Meity Magdalena Ussu Adakan Sosialisasikan Perda Pelestarian Budaya Betawi Di Teras Koja

Jakarta, JAPOS.CO – Meity Magdalena Ussu SE, MBA, Anggota DPRD Komisi E Provinsi DKI Jakarta mensoalisasikan Perda pelestarian betawi terhadap warga masyarakat untuk mengimplementasikan pelestarian budaya Betawi, yaitu Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, Pergub Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi dan Pergub Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Betawi di Teras Koja, Minggu (20/1/2019). 

“Ini penting untuk dilakukan agar masyarakat menyadari bahwa budaya Betawi penting untuk dilindungi dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya nusantara,” terang Meity Magdalena Ussu.

Meity pada akhir sesi tanya jawab mengatakan tujuan mempopulerkan budaya betawi, yakni pertama, orang akan mengetahui darimana asalnya diketahui dari logatnya, maka soasialisasi muatan budaya lokal Betawi harus mulai dibangun dengan memasukkan materi pelajaran bahasa Betawi lebih intens dan yang kedua, mulailah dari kita sendiri mencintai budaya lokal.

“Pada kesempatan ini, saya berharap dengan sosisalisasi Perda ini semoga masyarakat semakin menyadari pentingya melestarikan dasn melindungi budaya lokal,” pungkasnya. 

Acara tersebut di hadiri oleh narasumber Priyanda Ananta, SE selaku Direktur Peneliti Program Budaya Betawi dan menerangkan bahwa Sunda kelapa merupakan gudang logistic VOC sebagai sentra kekuatan di Jawa yang merebut Sunda Kelapa adalah Pangeran Jayakarta.

Lanjut Priyanda, 23 Juli adalah merupakan tanggal perebutan logistic Batavia di Jakarta Utara yang dijadikan Hari Ulang Tahun Jakarta dan Rumah Sipitung sebuah arkeologi yang dilindungi Negara serta Perda melindungi situs asset dan budayanya termasuk museum dan seni.

“Betawi merupakan masyarakat terbuka sebagai masyarakat yang terakulturasi dengan berbagai budaya di seluruh nusantara, sehingga Betawi adalah milik kita sehingga semua orang yang tinggal di Jakarta wajib menjaga bersama kebudayaan Betawi, baik situs budaya maupun seninya. Perlu dilestarikan dan dilindungi bersama karena Betawi merupakan milik seluruh nusantara,” papar Priyanda Ananta, SE.

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari lendang betawi oleh anak anak dari SD Negeri Semper Timur, lalu ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Abeng (MUS) 

 305 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *