Air Duren Wakili Kabupaten Bangka Lomba PAAR Tingkat Provinsi

Bangka, JAPOS.CO – Penilaian Lomba Pola Asuh Anak Remaja ( PAAR) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kantor Desa Air Duren, Kecamatan Pemali dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penilai yang sekaligus adalah Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Kepulauan Babel Laksmi Damayanti Abdul Fatah.  

Kedatangan Tim Penilai Provinsi ke Desa Air Duren yang menjadi Wakil Kabupaten Bangka tersebut disambut langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Yusmiati Mulkan beserta Pengurus lainnya di Kantor Desa Air Duren, Kamis (17/1/19).

Pada Acara pembukaan, Ketua tim penilai lomba PAAR provinsi Babel, Laksmi Damayanti Abdul Fatah dalam sambutannya mengatakan hasil penilaian Tingkat Provinsi ini nantinya terpilih menjadi Wakil Provinsi Bangka Belitung ke Lomba Tingkat Nasional.

“Bagi juara 1 dimajukan ke tingkat nasional juara 2 dipersiapkan tahun depan, tetap berusaha terus. Ini kerja keras ibu pkk kecamatan dan didampingi PKK kabupaten, mudah-mudahan desa air duren bisa maju ketingkat nasional,” jelasnya.

Selain itu Laksmi Damayanti Fatah juga menuturkan bahwa perlombaan ini yang ingin dicapai adalah bukan sekedar kegiatan seremonial yang menampilkan rutinitas saja, namun harus benar-benar kondisi real di lapangan. 

“Keberhasilan PAAR dilihat bukan hanya dari anaknya tetapi dari ibu hamil menjadi remaja sampai manula sambung menyambung karena untuk melihat masyarakat Babel ini kuat dari situ,” ujar Laksmi.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Yusmiati Mulkan berharap Desa Air Duren Kecamatan Pemali dapat melaju ke Tingkat Nasional. Menurutnya Desa Air Duren dinilai cukup mampu untuk bersaing dengan kabupaten lain dan kota Pangkalpinang.

“Desa Air Duren mewakili Kabupaten Bangka karena memang sudah layak dari mulai pola asuh ibu kepada anak mulai dari dalam kandungan hingga remaja,” jelas Yusmiati. 

Dia berharap Air duren bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya dan berjenjang ke tingkat nasional mewakili provinsi Babel. “Tim diharapkan bisa subjektif menilai agar kabupaten bangka bisa mengikuti ke tingkat lebih lanjut,” harapnya.

Dia berharap bisa dijadikan contoh desa layak anak. “Keberhasilan PAAR dilihat bukan hanya dari anaknya tetapi dari ibu hamil menjadi remaja sampai manula sambung menyambung krn untuk meilhat masyrakat babel ini kuat dari situ,” tutup Laksmi. (Roby)

 225 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *