Ditolak Di Pencatatan Sipil, Akta Nikah Dari GBI Minas Diduga Palsu

Pekanbaru, JAPOS.CO – Ternyata bukan hanya uang dapat dipalsukan, tetapi Akta Nikah juga ada yang palsu. Bagitu juga dengan Akta Nikah yang dikeluarkan oleh GBI Minas Kabupaten Siak diduga palsu. Seperti yang diinformasikan oleh pemilik Akta Nikah yang dikeluarkan pihak GBI Minas, mereka baru mengetahuinya pada saat akan digunakan untuk mengurus Akta Nikah dari Negara (Catatan Sipil).

Setelah menerima informasi tersebut, jurnalist Japos.co melakukan Investigasi ke daerah Minas. Salah satu pasangan dari 3 pasangan yang dinikahkan serentak oleh pihak GBI Minas pada hari dan jam yang sama juga mengatakan bahwa salah satu pasangan pengantin yang menikah hari itu terdapat seorang pengantin wanita yang masih dibawah umur, berumur 14 Tahun.

Pada 18 November 2017 lalu, dilakukan acara pemberkatan pernikahan dengan tiiga pasangan pengantin sekaligus.  Pemberkatan ini dilakukan oleh Pdp. Benny Bronson. Setelah acara pemberkatan pernikahan selesai dilakukan,  pihak GBI Minas yang digembalakan oleh Pdt. R. Jefri Sihombing, M.Th menyerahkan Akta Nikah kepada ketiga pasangan pengantin tersebut.

Salah satu pasangan yang memberikan keterangan ini menjelaskan bahwa phak pencatatan sipil menolak Akta Nikah yang dikeluarkan pihak GBI Minas.  Ini dikarenakan ada beberapa keganjilan pada Akta Nikah tersebut, seperti foto tidak distempel, tulisan cetak pada Akta Nikah tidak huruf timbul (Embos), tulisan pada keterangan data diri hanya  bertuliskan tangan, warna Akta Nikah buram.

Setelah mengalami penolakan dari pihak pencatata sipil, pasangan ini menghubungi Pdp.Benny Bronson perihal peristiwa ini melalui telepon, akan tetapi mereka tidak mendapatkan jawaban seperti yang diinginkan.

Sampai saat berita ini diterbitkan, pihak GBI Minas belum memberikan penjelasan yang jelas kepada pasangan ini.  (AH)

NB : Berita ini sudah mendapat hak jawab dari GBI Beth Raph yang dimuat pada tgl 11-2-2019

HAK JAWAB
Atas pemberitaan di media siber www.japos.co tanggal 17 Januari 2019 dengan judul :
“Ditolak Di Pencatatan Sipil, Akte Nikah Dari GBI Minas Diduga Palsu”.
Dewan Pers RI melalui Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Nomor : 39/PPR-DP/IX/2019
tertanggal 06 September 2019, telah MEMUTUSKAN bahwa pemberitaan tanggal 17 Januari 2019 yang dimuat
oleh media online www.japos.co dengan judul : “Ditolak Di Pencatatan Sipil, Akte Nikah Dari GBI Minas
Diduga Palsu”, adalah pemberitaan yang melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) karena tidak berimbang, tidak
akurat, tidak uji informasi dan memuat opini yang menghakimi. Untuk itu, pemberitaan sebagaimana dimaksud
haruslah diluruskan melalui hak jawab yang disampaikan oleh GBI Beth Rapha sebagai beikut :

GBI Beth Rapha Minas sama sekali tidak pernah melakukan suatu tindakan dan perbuatan memalsukan
Akta Nikah yang diberikan kepada Jemaatnya, bahkan setiap proses pemberkatan maupun peneguhan
pernikahan yang dilaksanakan oleh GBI Beth Rapha sangat mematuhi dan sesuai dengan ketentuan dan tata
aturan yang berlaku di Gereja Bethel Indonesia (GBI);
Sebelum melaksanakan pemberkatan dan atau peneguhan pernikahan, GBI Beth Rapha Minas telah
memeriksa dan memastikan bahwa jemaat yang bersangkutan telah memenuhi syarat – syarat pernikahan yang
berlaku di Gereja Bethel Indonesia.

Terkait dengan adanya tulisan tangan didalam Akta Nikah yang diterbitkan
oleh GBI Beth Rapha, hal tersebut bukanlah satu pemalsuan atau pun manipulasi melainkan otentikfitas dari
Akta Nikah yang diterbitkan yang isinya sangat sesuai dengan kebenaran yang sesungguhnya.

Begitu juga terkait
dengan warna yang buram, hal tersebut merupakan dikarenakan kualitas hasil cetak (print out) dari blangko
Akta Nikah. Buramnya warna Akta Nikah tidak pernah dijadikan satu dasar atau rujukan asli atau tidaknya Akta
Nikah yang diterbitkan oleh GBI Beth Rapha;
Akta Nikah yang diterbitkan oleh GBI Beth Rapha adalah Akta yang diterbitkan berdasarkan
pemberkatan atau peneguhan pernikahan yang sungguh – sungguh dilaksanakan secara Iman Kriten dan secara
Alkitabiah, GBI Beth Rapha tidak pernah melaksanakan pemberkatan atau peneguhan pernikahan yang
bertentangan dengan Iman Kristen, Alkitab, Tata Tertib GBI, dan UU yang berlaku di NKRI. GBI Beth Rapha
bukanlah satu lembaga negara yang berwenang untuk mensahkan secara hukum satu penikahan jemaatnya,
melainkan hanya menjamin bahwa pernikahan yang dilaksanakan oleh jemaatnya telah sesuai dengan Iman
Kristen dan Akitabiah

Hak Jawab diterima Tgl 11 September 2019, dan ditayang Tgl 11 September 2019

Demikianlah hak jawab kami sesuai Peraturan Dewan Pers N0 9/Peraturan-DP/X/2008, Tentang Pedoman Hak Jawab

 2,359 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *