10 Paket Kegiatan Pembangunan Prasarana Dispora Surabaya 2017 Diduga Tidak Sesuai Kontrak

Surabaya, JAPOS.CO – Paket pekerjaan pada Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Surabaya pada tahun 2017 menganggarkan Belanja Modal pada Kegiatan Pembangunan dan Peningkatan Prasarana Olahraga sebesar Rp.71.315.159.534 dengan realisasi sebesar Rp.69.519.837.127 atau 97,48%.

Menurut sumber terpercaya dan beberapa LSM berkomentar ketika journalist japos.co menanyakan persoalan yang terindikasi pekerjaan merugikan keuangan negara menjelaskan evaluasi pelaksanaan dan pengecekan fisik lapangan terhadap sepuluh paket pekerjaan pada kegiatan pembangunan dan peningkatan prasarana olahraga patut kita acungi jempol, kinerjanya memperhatikan PP 29 tahun 2000 sebagai penyelenggara memerlukan waktu.
Akan tetapi proses pelaksanaan lapangan dan dokumen oleh tim PA, KPA, PPkom, PPK, PPATK, PPHP masih tidak tertib, diduga menyimpang. Alhasil menunjukkan bahwa terdapat kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp.719.490.115,82, rekapitulasi kelebihan pembayaran sepuluh paket pekerjaan Dinas Kepemudaan dan Olah Raga, yakni :
1. Pembangunan Lapangan Olahraga Futsal Kecil (JL. Kertomenanggal VII Depan Masjid Al Badar Perum Kertomenanggal) Kelebihan Bayar
2. Pembangunan Lapangan Olahraga Futsal Kecil (Kutisari Indah Utar V RT 7 Sebelah Taman Kanak Kanak)
3. Pembangunan Lapangan Olahraga Futsal Kecil (Pandugo Timur V RT 3 RW 9 Rungkut)
4. Pembangunan Lapangan Olahraga Futsal (Eks UPTD Gubeng jL. Pucang Windu)
5. Pembangunan Gedung Type A (Lapangan Dharmawangsa Tahap VI (Hockey) Jl. Dharmawangsa)
6. Pembangunan Lapangan Olahraga Sepak Bola Konvensional (JL.Gayung Kebonsari)
7. Pembangunan Lapangan (Kolombo) Olahraga Sepak Bola Konvensional
8. Pembangunan Lapangan Olahraga Futsal Kecil (JL. Babat Jerawat RW VI Kec. Pakal)
9. Pembangunan Gedung Tipe B (Lintasan Atletik Lapangan Onzer Ribbenkast ( Tot Heil 1.044.115,76 THOR) Jalan Padmosusatro Surabaya)
10. Pembangunan Gedung Tipe A (Pembangunan Lintasan Sirkuit Balap Motor (Tahap II) Gelora Bung Tomo.

“Dari evaluasi dan asumsi keseluruan sudah menyebutkan lemahnya kinerja penyelenggara hingga menyebabkan kerugian Negara,” ucap salah satu aktivis LSM jawa timur penyorot anggaran APBD dan APBN.

Pemeriksaan atas dokumen kontrak, dokumen pembayaran dan pemeriksaan fisik di lapangan yang dilaksanakan oleh Tim Pemeriksa bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Pejabat Pelaksana Teknis K egiatan (PPTK), Inspektorat, konsultan pengawas serta rekanan pelaksana diketahui terdapat permasalahan, yakni kekurangan volume pekerjaan berdasarkan pengujian fisik atas luasan dan panjang pasangan kanstin, paving dan uskup sebagai pelengkap pekerjaan pembangunan lapangan olahraga futsal kecil.

“Hasil menunjukkan adanya luasan dan panjang kanstin, paving dan uskup pada beberapa pekerjaan pembangunan lapangan olahraga futsal kecil yang tidak sesuai dengan luasan dan panjang menurut kontrak Kekurangan volume pekerjaan berdasarkan pengujian fisik atas pengukuran luasan pekerjaan pemasangan rumput jepang. Hasil pengujian menunjukkan adanya luasan pemasangan rumput jepang pada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan luasan dalam kontrak Kekurangan volume pada item pekerjaan pemasangan pipa pemasangan besi wiremesh hollow 40×60 dan M5 sebagai pagar pembatas pada pekerjaan, hingga banyaknya kejanggalan sampai melewati masa PHO dan FHO penyelenggara membayarkan tertera nilai pada dokumen paket fisik yang terindikasi pekerjaan tidak sesuai karna sudah di atur dalam ketentuan untuk itu layak instansi berwenang tidak tutup mata menindak agar efek jera dan lebih cermat bagi penyelenggara karna mempersempit ruang gerak mencegah terjadinya kerugian lebih banyak karna ini merupakan uang rakyat,” ucapnya. (Junn)

 407 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *