Tim DVI Polda Sulsel Bongkar Makam Sitti Atas Permintaan Keluarga

Bantaeng, JAPOS.CO – Ratusan orang berkumpul di makam Sitti Binti Jumalah di Desa Papanloe, Dusun Papanloe Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. 

Mereka berkumpul karena penasaraan ada satu diantara makam yang dibongkar. Makam tersebut merupakan makam Siti Binti Jumalah  yang dikebumikan  2018 lalu. 

Adapun pembongkaran dilakukan oleh Tim DVI Polda  Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (15/1/19) sekitar pukul 09.30 Wita, bertempat di Dusun Papanloe Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng dalam rangka untuk dilakukan Outopsi oleh Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan sehubungan dengan perkiraan dari pihak keluarga almarhum terindikasi telah terjadi adanya dugaan kekerasan fisik / penganiayaan yang mengakibatkan almarhum meninggal dunia dan kegiatan tersebut juga atas permintaan langsung dari pihak keluarga dari almarhum Sitti Binti Jumalah. 

Kegiatan pembongkaran makam dan sekaligus pelaksanaan Outopsi dilakukan oleh Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel yang dipimpin oleh AKP Zulkarnaen, SKM M.ADM. (Kes Paur Doksik Bidokes Polda Sulsel) dan Dr. Deni, Sp.F. bersama Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. 

Adapun yang hadir dalam kegiatan pembongkaran makam dan pelaksanaan kegiatan Outopsi, antara lain Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan, S.Ik MH, Kabag Ops Polres Bantaeng Kompol M. Asrofi, SH, Kasat Intelkam Polres Bantaeng Didik Yusianto, SH dan Kasat Sabhara Polres Bantaeng AKP Syamsul Bahri, S.Sos, MM. 

Personil yang terlibat dalam pengaman pembongkaran mayat berjumlah 27 orang yang merupakan gabungan dari personil Polres Bantaeng dan Polsek Pajakukang. 

Kegiatan tersebut diawali dengan arahan dan petunjuk dari ketua Tim Forensik yaitu AKP Zulkarnaen  mengatakan bahwa Tim Forensik bekerja atas nama hukum dan dilindungi oleh hukum.

 Tim yang bekerja dari forensik ketika dalam pekerjaannya mengalami gangguan dalam kegiatannya maka seluruh rombongan tim akan menghentikan kegiatan outopsi. 

Tim forensik berharap agar garis polisi yang sudah terpasang tidak boleh dilewati selain petugas keamanan.  

Tim forensik berharap agar dalam kegiatan tersebut tidak mendapat gangguan karena tim bekerja atas nama undang-undang. 

Selanjutnya arahan dari Kapolres Bantaeng mengatakan Tim Forensik tidak akan bekerja dan akan pulang jika ada gangguan, sehingga diharapkan masyarakat yang hadir dapat mengerti dan memahami kegiatan tersebut demi adanya tujuan yang kita harapkan bersama. Kepada Masyarakat untuk tidak mendekati tenda utamanya mengganggu tempat atau area dari Tim Forensik untuk melakukan outopsi. Ada tujuan yang diinginkan dalam proses outopsi tersebut, sehingga mari kita sama-sama mengerti atas pelaksanaannya. Hasil pemeriksaan Tim Forensik tersebut akan dibawa ke Labfor Makassar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari meninggalnya almarhum Sitti Binti Jumalah. 

Sekitar pukul 12.00 wita kegiatan tersebut selesai dan selama kegiatan pelaksanaan outopsi yang dilakukan Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel berlangsung dalam keadaan lancar, aman dan terkendali. 

Proses pembongkaran makam dan pelaksanaan outopsi disaksikan oleh pihak keluarga, perangkat Pemda Kabupaten Bantaeng setempat dan warga masyarakat setempat sekitar lokasi pelaksanaan tersebut. 

Setelah dilakukan pemeriksaan (outopsi) terhadap jenazah Almarhum Sitti Binti Jumalah oleh Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel, jenazah Almarhum tidak lagi disemayamkan ditempat semula namun atas permintaan pihak keluarga, jenazah dari Sitti Binti Jumalah disemayamkan di Kampung Pemmelangang, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. (Mudahri)

 276 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *