Menipu Dengan Jual Nama Walikota Medan, Tengku Diamankan Babinsa 01/MB Kodim 0201/BS

Medan, JAPOS.CO – Lagi-lagi Babinsa Kodim 0201/BS berhasil meringkus pelaku kejahatan. Kali ini, seorang pria yang diduga sebagai pelaku penipuan yang mengaku bisa memasukkan calon korbannya untuk bekerja sebagai tenaga honor di Pemerintahan Kota Medan berhasil di ringkus Serma Sumarna, salah seorang Babinsa Koramil 01/MB, bersama Serka Irmansysah dan Babinsa Sei Putih, Serda Yulius Pasrnggong. Ketiganya merupakan anggota dari Koramil 01/MB Kodim 0201/BS. 

“Pelaku terduga penipuan yang diketahui bernama Tengku Ari (36) warga Lingkungan 8 Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat tersebut diringkus tiga Babinsa Koramil 01/MB saat berada disebuah warnet di Jalan Yos Sudarso,” ucap Serda Sumarna, Selasa (15/1/2019) sekitar pukul 11.00 Wib. 

Serma Sumarna mengatakan bahwa dirinya bersama rekannya saat mengamakan pelaku tersebut berlangsung dramatis, pasalnya pelaku meronta-ronta sambil memeluk anaknya yang masih mengenakan pakaian sekolah SD, hal itu dilakukan pelaku agar dirinya tidak sampai dibawa ke Polsek Medan Barat. 

“Meski pelaku meronta-ronta dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan lantas prajurit TNI tersebut memanggil petugas Polsek Medan Barat. Tidak berapa lama petugas Polsek Medan Barat tiba di lokasi langsung membawa paksa pelaku ke Polsek Medan Barat dengan menggunakan mobil patroli Polsek Medan Medan Barat, “jelas Sumarna.  

Menurut pelaku Tengku Ari atas laporan masyarakat yang merasa resah lantaran telah melakukan penipuan dengan modus penipuan bisa memasukan orang bekerja sebagai honorer di Dinas Pemko Medan serta pengurusan seperti pembuatan KTP, Akte Lahir dan pengurusan surat-surat lainnya. 

“Pelaku kita amankan berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa resah karena telah banyak masyarakat sekitar. Selain itu, pelaku juga sering memukuli orang tuanya serta anak-anaknya. Parahnya, pelaku kerab menjual nama Walikota Medan, Dzulmi Eldin saat hendak menipu korbannya, “terang Sumarna.  

Lanjut Sumarna bahwa pelaku mengaku dekat dengan Walikota Medan dan Kepala Dinas di Pemko Medan dan bisa memasukan calon korbannya bekerja sebagai tenaga honor di Pemko Medan maupun di Dinas-Dinas Pemko Medan dengan meminta biaya Rp.1,8 juta sampai puluhan juta rupiah. 

“Modusnya memasukan korban bisa jadi tenaga honorer, dengan dalih dekat dengan pak Walikota, “sebutnya. 

Salah seorang korbannya yang bernama Lisa, mengaku telah di tipu pelaku sebesar Rp. 1,8 juta dengan modus bisa memasukan keluarganya bekerja sebagai tanaga honorer di Pemko Medan. 

“Awalnya pelaku mengaku dekat dengan Walikota Medan dan Kepala Dinas di Pemko Medan dan dia juga bisa memasukan orang untuk bekerja sebagai tenaga honor di Pemko Medan. Saya dimintanya uang Rp.1,8 juta dengan alasan bisa memasukan keluarganya berkerja sebagai honorer di Pemko Medan, ” ungkap Lisa yang merupakan tetangga pelaku warga Lingkungan 8 Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat. 

Lebih jauh ibu rumah tangga itu menerangkan bahwa pelaku sudah banyak melakukan penipuan terhadap korbannya. 

“Korbannya yang sudah ditipunya sudah banyak bang, selain bisa memasukan orang bekerja sebagai honorer di Dinas Pemko Medan, dia juga mengaku 6 melakukan pengurusan pembuatan KTP dengan biaya Rp. 175 ribu, Akte Lahir Rp.300 ribu dan pengurusan surat-surat lainnya dengan biaya mulai dari Rp. 500 ribu sampai 1 juta,” terang korban Lisa. 

Atas perbuatannya, kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Barat. (Jhonranes Tarigan)

 199 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *