Kementan Cabut Gugatan Di Pengadilan Negeri Jaktim Terkait Petisi Ragunan

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang perdana gugatan Perdata dengan nomor perkara 549/PDT.G/2018/PN. JKTM antara Kepala Pusat Data dan Sistem Kementerian Pertanian (Penggugat) melawan Ketua Pusat Kajian Pangandan Advokasi (PATAKA), Yeka Hendra Patika (Tergugat ) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (8/1).

Gugatan tersebut terkait kasus petisi Ragunan terkait pembohongan data produksi yang dulakukan Kementerian Pertanian dan berbeda dengan yang di Lansir Badan Pusat Statistik (BPS).

Majelis Hakim Suparman Yompa membacakan putusan atas pencabutan gugatan Kementerian Pertanian terhadap Yeka Hendra Fatika selaku Ketua Pusat Kajian Pangan dan Advokasi (Pataka) melalui surat yang dikirim ke Majelis Hakim.

“Saya pribadi merasa bersyukur dan berterima kasih dengan dicabutnya gugatan ini,” jelas Yeka Hendra Fateka kepada wartawan seusai persidangan.

Menurut Yeka, memang sudah diduga mengkasuskan Petisi Ragunan yang ditandatangani 20 orang, tetapi gugatan ditujukan kepada satu orang saja justru menimbulkan kegaduhan.

Yeka menyampaikan terima kasih juga atas dukungan teman teman petani dan peternak yang datang dari berbagai daerah sepeeti Solo, Yogya, Kebumen, Bali, Pemalang dan Lombok yang sudah datang mendampingi perjuangan.

“Terima Kasih kepada teman-teman sudah datang memperjuangkan hak-hak petani dan peternak yang tetap harus kami lanjutkan dan juga telah membentuk wadah Agri Watch untuk terus memonitoring kinerja Kementan,” ungkap Yeka.

Yeka menambahkan bahwa memilih perjuangan dengan memilih jalan baru dengan proses advokasi melalui diskusi terbuka atau melalui komunikasi dengan Kementan.

“Isu- isu strategis pertanian saat ini masalah jagung, sapi, bibit, ayam dan harga telur justru akan menjadi konsen kita kedepannya,” ujar Yeka.

“Kami berharap dengan seperti ini antara petani, peternak dan Kementan bersama sama melakukan sinergi untuk menyusun solusi bersama,” pungkas Yeka.  (@d2)

 410 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *