Kontraktor Bukittinggi Kecewa, Dana Proyek Tidak Dibayarkan

Bukittinggi, JAPOS.CO – Nasib malang bagi kontraktor yang mengharapkan uang kontrak diterima setelah selesai mengerjakan proyek, namun kontraktor Bukittinggi kecewa kendatipun pekerjaan proyek sudah 100%  selesai namun dana proyek tidak bisa dicairkan alias dibayarkan.

Puluhan kontraktor Kota Bukittinggi kecewa akibat dana proyeknya tidak dapat cair kendatipun pekerjaan nya sudah selesai 100 % bahkan administrasinya pun sudah lengkap semua, mulai dari pekerjaan fisiknya, PHO sudah dilakukan, SPM (surat perintah membayarkan) sudah diterbitkan oleh OPD yang terkait dan bahkan SP2D juga sudah selesai.

Hal itu membuat pemborong panik dananya tidak dapat dicairkan. “Sangat aneh,” ungkap Hen Gilang mengeluhkan peristiwa yang baru pertama kali terjadi selama puluhan tahun dia sebagai kontraktor.

“38 kontraktor mengalami hal yang serupa dengan Hen CV Gilang, kontraktor dan Consultan pun menjadi korban dari kebijakan OPD dilingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, karena jika di total nilai uang kontrak yang belum dicairkan sampai per 31 Desember kemarin ( 2018) senilai Rp.5 miliar dengan jumlah SPM kontrak 67 kontrak termasuk Consultan,” jelas Ir.Syofyan Syarif selaku pengurus Asosiasi Gapensi Kota Bukittinggi.

“Kepanikan dan kekecewaan kontraktor membuat sikapnya geram dan kecewa, karena setiap kontraktor mereka sudah buka cek untuk membayar utang-utang mereka yang selama pekerjaan fisik berjalan mereka mengambil bahan ke toko bangunan dengan sistem bon dulu sampai proyek selesai baru melunasi pembayarannya,” jelas Hen Gilang dan Syofyan Syafrif mewakili rekannya yang ikut terimbas dari kebijakan OPD Kota Bukittinggi.

Ketika dikonfirmasi, pihak OPD Dinas PU Kota Bukittinggi, Rahmatsyah, SE menjawab pertanyaan wartawan atas kekecewaan kontraktor, piha nya sudah menyelesaikan ADM dan berkas pembayaran masing-masing pekerjaan dari kontraktor yang ada di lingkungan PU siap dalam sehari dan langsung dikirim ke BKD (Badan Keuangan Daerah) selaku yang bertanggung jawab untuk membayar.

“Sampai jam 23.00 wib malam masih kami selesaikan dan semua berkas SPM dan SP2D telah diterbitkan dan tidak ada satupun yang tertinggal persyaratan ADM,” jelas Rahmat selaku Sekretaris Dinas PU Bukittinggi.

Dilain pihak, ketika konfirmasi dengan pihak Bank Nagari, Epi Muluk selaku pimpinan mengatakan,”Terkait dengan keluhan kontraktor Bukittinggi kami pihak Bank selalu siap untuk membayarkannya sepanjang proses ADM dan pajaknya sudah dibayar dan kami pihak Bank langsung transfer ke masing-masing rekening rekanan,” jelas Epi Muluk pada wartawan, Kamis (3/1/19).

Kepala BKD / DPKAD Heriman yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya terkait masalah dana proyek yang belum dicairkan berkilah dan mengatakan coba tanya ke Dinas PU-nya dengan suara yang tidak bersahabat. “Besok kalau ambo bawa PU (Rahmat AE.) ke kantor, kalau ndak ambo tidak akan melayani,” ungkap Heriman.

Jum’ at sore pukul 17.00 wib, Puluhan kontraktor menghadap Sekdako berharap ada solusi yang bakal mereka dapatkan dari persoalan dana proyek yang belum dibayarkan, namun pertemuan yang diharapkan hanya sia-sia. Sejumlah kontraktor yang hadir di ruangan TUP Walikota mereka hanya diterima oleh kepala Kantor Perkim (perumahan dan pemukiman). Pejabat tersebut tidak pengambil keputusan sehingga pertemuan batal dan bubar.

Kepala Perkim yang mewakili pemerintah Kota Bukittinggi mengatakan,” Ambo hanya sebagai penerima amanah saja dan menyampaikan pesan dari atasan. Isi pesan yang disampaikan Dt.Chaniago dana kontraktor tersebut belum dapat dibayarkan, masih menunggu dari kebijakan pimpinan,” jelasnya.(Yet- Is)

 555 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *