Pasca Tsunami, Kecamatan Labuan Terjadi Banjir

Pandeglang, JAPOS.CO – Luapan Sungai Cipunten Agung Kecamatan Labuan pada Rabu (26/12)) menyebabkan banjir. Ratusan rumah yang ada di beberapa kampung seperti kadu gareng, perumahan BTN Sentul Desa Teluk air setinggi kurang lebih 3 meter merendam rumah – rumah warga, tak hanya Desa Teluk saja, kali ini banjir juga di alami di sebagian Desa Labuan yaitu kampung Panguseupan juga kampung Pasar baru dan pasar Labuan, namun ketinggian air di pasar Labuan tidak separah yang terjadi di Desa Teluk, ketinggian air di pasar Labuan hanya mencapai kurang lebih selutut orang dewasa.

Banjir yamg disebabkan luapan sungai Cipunten Agung dan pasang air laut serta hujan yang beberapa hari ini setelah pasca tsunami Selat Sunda sampai saat ini belum di ketahui berapa jumlah rumah warga yang terendam dan belum di ketahui pula ada tidaknya korban jiwa.

Menurut Ruli (36) warga Kampung Masjid mengatakan terjadinya banjir kira – kira pukul 06.00 pagi. “Sewaktu kejadian banjir, saya lagi ada di dalam mesjid, ini di dalam mesjid juga tempat imam kerendem mesjid semata kaki mah ada, tadi pagi di umumin ke masayarakat jangan sampai panik. Banjir kali ini cukup parah pak, ya mungkin setelah tsunami, juga air pasang dari laut dan hujan yang belum berhenti dari beberapa hari kemaren,” ujarnya.

”Memang setiap tahun juga daerah kawasan BTN Sentul, Kadu gareng Desa Teluk selalu jena banjir, namun kali ini beda air yang meluap cukup deras dan cukup tinggi kaya di BTN Sentul air nyampe kurang lebih 4 meter,” tutur di tempat kejadian. (Na2)

 378 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *