Dugaan Mal Praktek Di RSUD Dr. Rasidin Kota Padang Akibat Salah Diagnosa Pasien Lumpuh Total Selama 2 Tahun

Padang, JAPOS.CO – Sudah 2 tahun lebih Gustinar Putri Ningsih (16) siswi SMA Pertiwi 1 Air Tawar, Kota Padang tergeletak tak berdaya di tempat tidur akibat dugaan salah diagnosa pasca operasi di RSUD. Dr. Rasidin Kota Padang.

Berawal dari keluhan sakit perut 2 tahun lalu, Putri dibawa oleh ibunya berobat ke Puskesmas Anak Air Tawar kec. Koto Tangah, Padang, Senin 7/11/16 lalu dan di diagnosa mengalami penyakit Apedisitis Akut. Lalu di rujuk ke RSUD. Dr. Rasidin, Padang karena peralatan di puskesmas tersebut tidak memadai.

Akhirnya pasien di operasi oleh Dr. Rahmat Taufik Hidayat selaku Dokter bedah, dan Dr. Siska, dokter yang memberikan bius. Pasca operasi, kondisi Putri bukannya membaik, tapi malah mengkhawatirkan, orang tua korban bahkan sempat pula di rujuk ke RSUP. M.Jamil, Padang.

“Sangat aneh, padahal anak saya didiagnosa usus buntu, hasil operasi, ususnya yang di potong masih kelihatan segar dan kemerahan, tidak ada tanda tanda busuk. Keluar dari operasi anak saya kejang kejang, muka sembab, dokter yang menanganinya pergi, hanya diserahkan ke perawat. Perawat sendiri bingung mau mengerjakan apa, di RS.M.Jamil dikatakan bahwa anak saya over dosis bius, tapi dokter tersebut enggan untuk di sebutkan namanya. Akhirnya hanya bertahan 4 bulan di Rasidin, disarankan di bawa pulang oleh Dr. Siska. Sampai hingga saat ini, kondisi anak saya seperti yang bapak lihat. Sudah tidak mampu bergerak, tidak mengenali siapapun yg ada di sekitarnya, apalagi anak saya ini satu satunya perempuan harapan keluarga, atlit karateka, pak,” ujar Kartini, ibu korban yang tinggal di Komplek ASABRI Blok B1 no 17 kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

“Masalah ini dulu sempat di tangani LBH kota Padang, wartawan banyak yang meliput, bahkan pak Walikota pun sudah mengetahuinya, tapi tak ada tindak lanjutnya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk minta bantuan, pak. Namun hanya alakadarnya, yang kami minta keadilan. Tolong Dr. Rahmat Taufik Hidayat dan Dr. Siska bertanggung jawab atas apa yg terjadi pada anak kami. Mohon Presiden Jokowi mendengar keluhan kami karena tak ada tempat kami mengadu lagi,” lanjut Kartini (23/12( di rumah kontrakannya.

Ketika hal ini di konfirmasikan ke Direktur RSUD. Dr. Rasidin Padang, Dr.Hj. Herlin Sridiani malah menyarankan agar menanyakan langsung ke Kabid Pelayanan Umum, Dr. Sri Kurnia. Tapi aneh, justru Sri Kurnia mengatakan kalau dia tidak mengetahui secara persis permasalahannya, bahkan disarankan lagi untuk bertanya langsung ke Dirutnya saja.”Tanya saja langsung ke ibu direktur pak, saya tidak terlalu memahami persoalan ini karena dari awal saya tidak ikut memantau,” ucap Sri Kurnia.

Andar Situmorang  SH Direktur GACD (Government Agains Corruption Discrimination) yang dihubungi terkait akan kejadian tersebut mengatakan,”Seandainya ada dugaan mal praktek tentu harus ditindaklanjuti, karena ini menyangkut nyawa dan hajat hidup orang banyak. Ada dugaan dokter yang melakukan tindakan medis tersebut tidak sesuai dengan SOP nya, seperti tidak dilakukan tes urin, tes darah dan lain sebagainya. Kenapa setelah pasca operasi baru dilakukan tes darah. Ada apa ini? Orang sakitnya usus buntu kok bisa lumpuh, artinya ada dugaan mal praktek yang dilakukan dokter tersebut dan sesuai dalam pasal 359 KUHP baik itu dilakukan dengan sengaja atau kelalaian dapat dipidana. Ataupun UU no 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran, UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dan UU No 44 Tahun 2008 Tentang Rumah Sakit. Dugaannya kalau memang ada indikasi kesalahan, silahkan di proses secara hokum,” pungkas Andar. (Dms)

 2,996 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *