Dikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Berikan Jawaban Ngibul

Pandeglang, JAPOS.CO – Dinas Perkim Provinsi Banten pada tahun 2018 ini merealisasi bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tersiar kabar sebelumnya, sebanyak 30 unit RTLH yang didapatkan oleh warga MBR di Desa Labuan, Kecamatan Labuan kualitas barang materialnya diduga tidak sesuai dengan RAB. Anehnya sampai detik ini barang  – barang yang di nilai tak berkualitas dan tidak sesuai RAB itu tidak diganti oleh CV Linang Jaya selaku perusahaan bagian pengadaan barang, karena tidak adanya  pengawasaan dari PT Fajar Konsultan selaku.

Konsultan pengawas program RTLH dan dari Dinas Perkim Provinsi Banten terkesan membiarkan tidak ada tindakan apa pun. Hal ini menyimpang dari apa yang telah dilakukan beberapa bulan yang lalu saat menggelar sosialisasi RTLH di Desa Banyu – Labuan Mekar dan di kantor Kecamatan Panimbang. Ternyata ocehan yang dilontarkan saat sosialisasi di depan ratusan warga peserta penerima program RTLH hanyalah omong kosong.

Tak seriusnya Dinas Perkim Provinsi Banten menindak lanjuti realita permasalahan di lapangan pada program RTLH 2018 ini terkuak saat japos.co mengkonfirmasi kepala Dinas Perkim Ir.H, Muh. Januar melalui pesan WA (13/12).

“Itu mah barang yang sudah di tolak oleh pengawas lapangan dan kadesnya. Terus itu dibuang oleh penyedia jasanya,” tulis dia.

Ditanya lebih jauh, ketika ditunjukan dokumentasi material yang sudah di pasang, Januar menjawab  singkat. “Trims infonya kang,” jawabnya menyahuti hal itu.

Sampai berita ini di terbitkan belum ada jawaban dan tindakan apa yang akan dilakukan Dinas Perkim Provinsi Banten. (Na2)

 339 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *