Akibat Kurang Barang Material, 2 Warga Penerima Bantuan RTLH Terpaksa Hentikan Pembangunan

Pandeglang, JAPOS.CO – Program Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Dinas Perkim Provinsi Banten dan masih berjalan pelaksanaannya di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.

Dalam pelaksanaannya tak semulus ocehan ketika sosialisasi oleh Dinas Perkim beberapa bulan yang lalu.

Warga para penerima program yang di undang sosialisasi kala itu masih ingat betul orasi yang disampaikan oleh orang dari Dinas Perkim Provinsi Banten. ” Program ini program istimewa yang nantinya para penerima tinggal terima kunci saja,” kata Dinas Perkim saat itu. Namun saat ini 30 warga penerima bantuan di Desa Labuan, Kecamatan Labuan merasa ucapan itu hanya omong kosong.

Hasil pantauan japos.co di beberapa kampung Desa Labuan, penerima RTLH banyak sekali menemukan kerancuan barang material yang tidak berkualitas. Tak hanya barang materialnya saja yang kualitasnya buruk, warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penerima program RTLH di kampung Ciateul Desa Labuan terpaksa menghentikan pelaksanaan pembangunan karena barang material yang di dapatkan kurang, tidak mencukupi kebutuhan bangunannya, serta tidak punya uang untuk memberikan makan dan rokok tukang yang mengerjakan.

Berhentinya pembangunan sementara ini diungkapkan oleh warga kampung Ciateul penerima RTLH pada japos.co belum lama ini.

Jumi mengatakan,”Kusen – kusen ini gagal dari kayu kelapa muda, saya nambahin kayu – kayu nya kurang buat panglari juga pake kayu bekas dapur yang kayu nya masih ke pake, gimana gak kebeli yang baru. Ini juga saya liburkan dulu tukangnya, gimana ya lagi gak punya uang buat makan dan rokok nya. Pasir juga kurang, saya sampai mulung pasir dari sana buat ngampar gak cukup terus itu kunci engsel pintu beli sendiri, gak tahu ini bisa dilanjutin apa enggak pembangunanya, nunggu punya uang dulu,” ujarnya.

Intan yang juga menerima bantuan itu mengatakan, “Engsel kunci dan pintu dapat beli sendiri, kayu – kayu juga kurang nambahin sendiri. Sama saya juga berhenti dulu gak melanjutkan pembangunan gak punya uang untuk makan dan rokok tukang, gimana ya belum punya uangnya. Gak kaya waktu kumpul di bale Desa Banyu Mekar terus terakhir di Kecamatan Panimbang, gambarnya juga bagus diliatin ke kami. Orang dinasnya ngomong ini program istimewa, tinggal terima kunci aja. Ya gimana lagi, kami terima aja lah, mudah -mudahan dapet uang aja, ini bisa selesai. kata mereka.

Mirisnya salah satu penerima RTLH di kampung tersebut terlihat sedang mengayak pasir hasil mulung untuk di pakai karena sudah kehabisan pasir. (Na2)

 197 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *