Hasil Audit Pengawas BUMDes Desa S4 Aek Nabara Diragukan

Labuhanbatu, JAPOS.CO – Musyawarah dan audit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa S4 Aek Nabara yang dilaksanakan di Ruangan Sekolah Dasar Negeri Desa S4 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018).

Hasil Audit yang dipaparkan oleh pengawas BUMDes Desa S4 Aek Nabara Hendrik Silaen yang mengatakan, telah melakukan audit internal terhadap BUMDes Desa S4 Nabara yang dilakukan oleh tim pengawas dan menemukan ada kerugian sebesar Rp. 187.493.210.

Wakil ketua pengawas BUMDes Hendrik Silaen juga menyampaikan bahwa adanya selisih Rp. 187.493.210 tersebut karena adanya selisih dana yang diterima pengururus BUMDes dan sisa aset yang ada sekarang ini baik aset lancar maupun aset tidak lancar.

Setelah memaparkan hasil audit yang dilakukan, Hendrik Silaen membagikan selembar kertas kepada peserta rapat. Di dalam selembar kertas tersebut terdapat angka – angka rupiah yang susah dimengeti oleh peserta rapat sehingga menimbulkan banyak pertanyaan

Lembaran kertas tersebut dengan kop surat Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Kecamatan Bilah Hulu Pengawas BUMDes Maju Bersama Desa S4 Aek Nabara dan berisi paparan angaka – angka rupiah yang susah dimengerti dan ditandatangani oleh Ketua Pengawas Saputra Hidayat,  Wakil Ketua Hendrik Silaen dan Sekretaris Boirin.

Melihat hal tersebut Camat Bilah Hulu Hamdy Erazona Siregar, ST juga menyampaikan beberapa pertanyaan kepada Hendrik Silaen dan tidak dapat memberikan jawaban berkaitan dengan lembaran yang dibagikan tersebut sehingga Camat Bilah Hulu meragukan hasil audit yang dipaparkan oleh Hendrik Silaen dan memerintahkan untuk menarik kembali lembaran hasil audit yang telah dibagikan kepada peserta musyawarah.

“Musyawarah BUMDes Desa S4 Aek Nabara bertujuan untuk menyelamatkan aset desa bukan untuk mempermalukan dan menelanjangi seseorang,” jelas Hamdy Erazona.

Ketua BUMDes Desa S4 Aek Nabara Ronal menyampaikan kepada wartawan (13/12/2018) bahwa usaha desa S4 Aek Nabara jualan pakaian, sepatu dan juga ada kantinnya dan selama ini penjualan berjalan dengan lancar dan dana yang ada di rekening Bank Rp.200 jutaan adalah hasil penjualan dan sekarang diblokir berdasarkan permintaan pemerintahan desa.

Apa yang dipaparkan oleh pengawas BUMDes Hendrik Silaen yang menyampaikan ada kerugian Rp.187.493.210,-menurut saya itu diragukan dan tidak mendasar, kalau pun terjadi kerugian, tidak ada sebesar itu.

Ketika disinggung mengenai Sekretaris dan Bendehara BUMDes yang diberhentikan oleh Ketua BUMDes, Ronal mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki wewenang, tyapi itu dilakukannya karena Sekretaris dan Bendahara tidak proaktif dan hal itu telah disampaikan kepada pengawas dan Kepala Desa selaku pembina supaya dilaksanakan rapat,  tetapi tidak ada tanggapan.

“Karena tidak ada tanggapan dari Kepala Desa dan Pengawas BUMDes, saya keluarkan surat pemberhentian itu supaya mereka bereaksi karena saya sudah capek kerja sendiri,” jelas Ketua BUMDes Maju bersama Desa S4 Aek Nabara.

Pendamping Desa Kecamatan Rovi Suhendro menyampaikan bahwa perkembangan BUMDes di Kecamatan Bilah Hulu bermacam – macam, ada yang rugi, ada yang tutup,  ada yang beruntung bahkan ada yang sampai sekarang tidak ada BUMDes. “ Di Desa S4 Aek Nabara sudah ada BUMDes tetapi ada informasi merugi sehingga perlu kita lakukan evaluasi melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan ke arah yang lebih baik,” jelas Zainal Arifin.

Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Soleh menyampaikan apa hasil musyawarah dari desa ini yang akan kita laksanakan karena Bumdes ini adalah milik Desa S4 Aek Nabara. “Kami turun kemari karena ada surat kekantor Dinas yang mengatakan BUMDes S4 Aek Nabara Rugi mencapai Rp. 187.493.210,” jelas Soleh.

Rapat Bumdes Desa S4 Aek Nabara dihari perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)  Soleh, Camat Bilah Hulu Hamdy Erazona Siregar, ST,  Kepala Desa S4 Aek Nabara  Dzikri Ritonga, Ketua BPD, pendamping Desa dari Kecamatan Babinsa Koramil Aek Nabara Serka S. M. Pahpahan, Pendamping Desa S4 Aek Nabara dan masyarakat.

Hasil Rapat memperoleh kesepakatan bahwa BUMDes yang dipimpin oleh Ronal tidak dilanjutkan, BUMDes akan diusulkan usaha ternak lembu dan hasil audit Badan pengawas akan diseleksi dan dipelajari kembali secara internal dan dibuat berita acara yang ditandatangani oleh pengurus BUMDes dan Pengawas BUMDes dengan melibatkan pendamping desa dan pendamping desa dari Kecamatan.(At)

 665 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *