APM Meminta BPK Daerah Kabupaten Maros Menagih Tunggakan Wajib Pajak PT Semen Bosowa

Maros, JAPOS.CO – Aliansi Pena Merah (APM) Maros meminta kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan agar menagih tunggakan wajib pajak PT Semen Bosowa.

Sekretaris Jendral (Sekjen) APM Maros, Amir Kadir mengatakan, mengapa Pemerintah Kabupaten Maros dalam hal ini, Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Maros  tidak ada gairah untuk menagih hutang pajak PT Semen Bosowa yang berada di Maros yang sudah mencapai kurang lebih Rp.30 miliar.

“Apabila pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah  tidak sanggup untuk menagih pajak Semen Bosowa, maka kami akan meminta kepada pihak Jaksa selaku pengacara negara untuk menagih pajak yang sudah mencapai puluhan miliaran rupiah, agar segera diselesaikan,”katanya.

Amir Kadir menambahkan, jika tunggakan itu dibiarkan dapat menghambat program pembangunan infrastruktur serta program pembangunan di segala bidang yang ada di Pemerintah Kabupaten Maros.

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten memberikan teguran keras ke pihak PT Semen Bosowa agar tidak menjadi preseden buruk bagi perusahaan lain yang ada diaerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, hampir semua kalangan mempertanyakan apakah karena pemiliknya keluarga dari orang nomor dua di Negeri ini sehingga dia mendapatkan keistimewaan? Atau pemilik yang dikenal atas nama Aksa Mahmud? “Karena bagi penunggak pajak baik disengaja maupun tidak disengaja dapat dipidana sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” kunci Amir.

Terkait sorotan Aliansi Pena Merah (APM)  terhadap PT Semen Bosowa atas tunggakan pajak,Kepala Badan Pengelola Keungan Daerah Kabupaten Maros, H. Takdir saat ditemui diruang kerjanya (18/12/18) membenarkan bahwa masih ada tunggakan pajak  yang belum terbayarkan.

“Pajak mineral dan batuan PT Semen Bosowa dari tahun 2016 sampai akhir tahun 2018 tunggakannya mencapai Rp.30 miliar dan  pihak PT Semen Bosowa baru bayar Rp.5 miliar masih tersisa Rp.25 miliar,” jelasnya.

Pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Maros, setiap bulannya melakukan penyuratan kepada PT Semen Bosowa, bahkan pihak Dispenda Maros sudah melakukan pemasangan spanduk peringatan pembayaran pajak di setiap perusahan yang berada di Kabupaten Maros.

“Kami terus menagih wajib pajak Bosowa, namun pihaknya mengatakan terhadap kami bahwa akan mengusahakan untuk menyelesaikan pajaknya yang masih tertunggak,” katanya.

“Agar tungggakan PT Semen Bosowa yang masih tersisa secepat untuk dilunasi paling tidak bisa mengasurnya tiap bulan, karena masalah ini menjadi piutang Pemda Maros sesuai hasil temuan Badan Pemriksa Keuangan (BPK),” ucapnya. (M.Hakim)

 401 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *