Warga Keluhkan Air Mati, Begini Jawaban Dirut PDAM Bantaeng

Bantaeng, JAPOS.CO – Warga di perumahaan BTN Griya Eremerasa  Permai  mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.

Fajrin (36) salah seorang pelanggan PDAM Eremerasa warga Blok A/24 BTN Griya Eremerasa  Permai mengatakan, sudah tiga bulan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng.

“Sudah tiga bulan air bersih PDAM tidak mengalir,” katanya kepada  japos.co, Selasa (11/12/2018) siang.

Bahkan, kata Fajrin, dua  bulan ini tidak pernah lagi ada aliran air mengalir dari pipa PDAM ke rumahnya.

“Hanya bulan September ada air bersih mengalir dari pipa PDAM, selebihnya bulan Oktober sampai Desember tidak pernah lagi air bersih mengalir sekalipun,” ujar Fajrin.

“Kami  hanya diberi pembagian air dari mobil tangki PDAM, itupun dibatasi hanya empat ember untuk rumah saya. Mobil tangki pun datangnya per dua hari,” ujar Fajrin.

Pada Saat di konfirmasi, Rabu (12/12) Dirut PDAM Ilyas mengatakan, “Itu di daerah  Desa Ulugalung sudah tiga bulan terakhir macet, air kering karena kemarau, jadi  terpaksa suplai lewat mobil tangki. Mata air pucili lagi di proses Polsek Eremerasa karena mata air pucili 1 diklaim oleh masyarakat  Rallang Desa Papbentengan sudah miliknya atas bukti surat pernyataan hibah dan ada saksi dari haji Saing sebagai  pemilik,” kata Ilyas.

Lanjut Ilyas, namun hal tersebut disangkal oleh haji Saing, karena dia dan menantunya adalah pegawai PDAM.

“Lokasi mata air pucili 1 diserahkan kepada PDAM Bantaeng dengan imbalnya dua orang pihaknya dijadikan karyawan PDAM Bantaeng dengan jaminan Dirut PDAM jadikan sebagai pegawai,” kata Ilyas.

“Yang unik, bukti hibah ke Rallang terbit 2009 dibuat oleh aparat Desa Pabbentengan, Kecamatan Eremerasa. Padahal lokasi mata air pucili ada di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng,” ujar Ilyas.

“Akibatnya saat ini suplai air, baik dari pucili 1 dan 2 tidak sampai ke Desa Ulugalung. Solusi yang ditempuh dengan mengkoneksikan pipa 8 Eremesa di Desa Lonrong ke Mangngarabbe dengan seterusnya Desa Mappilawing, sayangnya masih banyak  pipa buntu. PDAM berusaha keras cari solusi dan jalan keluarnya,” harap Dirut PDAM.

“Pelayanan 1 tangki 24 jam tak mungkin dapat secara bersamaan dilakukan, jadi mohon sabar antri di BTN  Griya Ulugalung, itu di suplei oleh mata air mandaraki dan pucili 1 dan 2 yang masih kering akibat kemarau,” ungkap Ilyas. (MUDAHRI)

 220 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *