Terungkap, Terdakwa Tedja Widjaja Dapat Mengatur Putusan Pengadilan

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang perkara penggelapan dan penipuan dengan terdakwa Tedja Widjaja kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam agenda sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar didampingi Emma menghadirkan saksi pelapor, yaitu Ketua Dewan Pembina Uta’45 Rudiono Darsono untuk didengar keterangannya.

Pada fakta persidangan bahwa terdakwa Tedja Widjaja sangat yakin tidak akan  bisa ditahan dan dapat mengatur putusan  pengadilan hal ini terungkap sebagai fakta dalam persidangan. Dan juga ada perwakilan suruhan terdakwa menemui saksi untuk damai, pertemuan ke 2 ditawarkan akan diberikan satu hektar tanah di Maja, Tangerang dengan catatan saksi mundur dari proses hukum dan urusan pengadilan akan diurus. Dalam hal ini saksi tidak mau berdamai karena sudah ada penetapan sidang biar proses sebagaiman hukum yang berlaku.

Pada Akta 28 Butir d dinyatakan secara tegas bahwa tanah tidak dapat digunakan apabila kesepakatan-kesepakatan yang ada belum diksanakan oleh Terdakwa. Namun pada kenyataanya semua itu adalah kebohongan demi kebohongan hanya untuk menyempurnakan penipuan dan menggelapkan tanah yayasan oleh Terdakwa.

Dihadapan Majelis Hakim Tugiono mengatakan, kenal terdakwa Tedja sejak tahun 2008 yang dikenalkan oleh Hindarto Budiman selaku pengusaha karena tidak sanggup sanggup melanjutkan kerja sama masalah keuangan dalam pemanfaatan lahan yayasan, terdakwa akan menggantikan Hindarto. Pada saat itu saksi sebagai orang terpercaya untuk melaksanakan kerja sama antara Uta’45 dan pihak ke -3. “Saya saat itu jadi orang yang di kuasakan diangkat oleh rapat dewan pembina, Hindarto hanya mengatakan Tedja pemilik gereja di tempat tinggalnya sebagai investor,” jelasnya.

Pemanfaatan lahan kampus untuk kemajuan kampus, Prof Thomas pada perjanjian 117, mengikat antara Uta’45 dengan Hindarto tahun 2006, kemudian tahun 2009 pendirian PT Graha Mahardika bersama untuk bidang pembangunan perumahan, sebagai Dirut terdakwa aementara saksi sebagai Dirops pada saat perkenalan terdakwa mempunyai uang tunai Rp 100 miliar, memiliki beberapa pelabuhan, saksi juga tidak pernah diundang dalam rapat apapun mengenai PT Mahardika blm pernah oprasi dan di tahun 2012 saksi mengundurkan diri .

Saksi juga menerangkan, PT Vakum sementara lahan sekarang status quo dalam proses hukum surat-suratnya ada namun sudah di blokir di BPN. Pada saat pembuatan Bank Garansi.

Lebil lanjut saksi mengatakan, BG hanya untuk mengiming-iming bahwa kami selaku yayasan pada setiap kejadian pasti kami diskusikan dengan para pembina kami untuk percaya sama terdakwa dan yakin tapi apa yang kami percaya tidak pernah terjadi. SHGB berpindah nama, dan kami sudah berulang-ulang menagih bahkan kami somasi agar sertifikat kami dikembalikan bahkan sertifikat yang sudah dipecah itupun digadaikan di Bank Artha Graha.

Sementara itu dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik menyatakan, kasus pnggelapan dan penipuan berwal pada tanggal 10 Oktober 2011, Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Graha Mahardika yang ditandatangani oleh (terdakwa) Tedja Widjaja dengan Dedy Cahyadi mewakili Kampus 17 Agustus 1945 Jakarta.

Kemudian terjadilah perbuatan penipuan dan penggelapan oleh terdawa termasuk memecah sertifikat lahan dengan memalsukan dokumen yayasan.

Terdawa Tedja Widjaja berhasil melancarkan aksinya dan meraup uang hasil penjualan lahan milik Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA ’45) seluas 3,2 hektare (ha) lebih dari Rp.60 miliar.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa dan komplotanya pada penghujung tahun 2010. Lahan cukup luas yang tadinya direncanakan untuk perluasan UTA ’45 di Sunter dijual terdakwa tanpa sepengetahuan pihak Yayasan UTA ’45 dengan memalsukan tanda tangan Pimpinan yayasan dan komisaris perusahaan  (perwakilan dari yayasan).

Terdakwa Tedja Widjaja tidak hanya sekedar menjual tanah bukan miliknya, tetapi juga menjadikannya sebagai tanggungan hutang atau agunan.

Persidangan ditunda sampai minggu depan (19-12-2018) dengan agenda keterangan saksi pelapor Rudyono Darsono.(H.yusuf)

 402 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *