Combine Milik Dinas Pertanian Pandeglang Diduga Berada Di Lampung

Pandeglang, JAPOS.CO – 5 unit alat mesin pertanian berupa combine yang dimiliki Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang tak jelas keberadaannya.

Namun saat dilakukan penelusuran ke lokasi UPT BBI Caringin Labuan yang biasa menjadi tempat penyimpanan alat pertanian dan dari informasi yang berhasil di himpun japos.co beberapa hari lalu, keberadaan combine milik dinas diduga berada di Lampung. Hal ini sudah menyalahi prosedur tentang mekanisme pinjam pakai maupun sewa alat mesin pertanian (Alsintan).

Combine yang ada di daerah Lampung tersebut diduga ulah perbuatan dari oknum Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), oknum kelompok tani di wilayah Kecamatan Cikeusik.

Dugaan combine milik Kabupaten Pandeglang yang hingga kini berada di daerah Lampung tersebut, namun lokasi tepatnya belum diketahui, semakin menguat saat konfirmasi dengan kepala bidang tanaman pangan (TP).

Kabid TP yang biasa disapa dengan sebutan Bang Nasir dikalangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menuliskan jawabannya di pesan WhatsAppnya belum lama ini. ” Yang brigade sedikit hanya 5 unit, masih di kelompok atau UPJA, baru 1 yang kembali ke brigade. Dinas sudah membuat surat agar combine dibawa kembali dulu karena kita sudah membuat KSO agar tertib administrasi, siapapun kompok atau UPJA yang pinjam, karena alat pasca panen saat ini ada di bidang tanaman pangan bukan lagi di sapras,” tulisnya.

Lanjut dia, 5 unit itu di UPJA Indra Cikeusik 3 dan di kelompok Agus 1. “Saya udah telepon berjanji dalam 2 dan 3 hari ini akan dikembalikan,” ujarnya.

Ditanya lebih jauh tentang keberadaan combine yang diduga berada di Lampung, Nasir mengatakan bahwa dirinya tidak tahu.

“Saya tidak tahu posisi terakhir, yang penting di kembalikan dulu karena kita (Dinas – red) tidak membolehkan dibawa keluar daerah, walaupun indra itu UPJA provinsi. Tanya ke pak Maman atau bidang sebelumnya. Saya sudah tanya semua tidak ada yang mengaku tahu, makanya saya langsung turun meminta yang pegang segera kembalikan. Saya tidak mau mencari siapa yang salah. Saya sudah cek tidak ada di kelompok combinenya, bilangnya di Serang, makanya saya minta membuat pernyataan di atas materai kita kasih waktu, langkah – langkah sudah kita buat. Semua angkat tangan harusnya kan bidang Sapras dan UPT Alsintan membantu saya agar alat pasca panen tersebut dapat segera kembali. Sekarang saya belum melihat alat – alat tersebut dimana. Itu kesusahan saya dengan tim dari bidang TP jadi ketempuhan,” ujarnya.

Lain hal dengan yang diutarakan UPT Alsintan, Maman saat di konfirmasi. Dirinya membenarkan bahwa combine Dinas Pandeglang berada di Lampung, namun dia tidak tahu Lampungnya dimana dan dirinya tidak memberikan ijin combine tersebut dibawa ke Lampung.

“Saya juga tidak tau, tapi tau – tau barang itu ada di Lampung aja gitu, makanya saya tegur, saya teken juga agar kurang lebih satu bulanan segera ditarik dari Lampung dan saya tidak memberikan rekomendasi dan mengijinkan combine itu dibawa ke Lampung, makanya kalo untuk lebih jelasnya tanya Indra UPJA dan Agus kelompok tani aja di Cikeusik,” tuturnya. (Na2)

 725 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *