BPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT CSR Terkait Luasan Areal

Labuhanbatu, JAPOS.CO – BPN Labuhanbatu diduga ada main dengan PT Chisahdanie Sawit Raya (CSR) masalah luasan areal yang dikuasai oleh PT CSR di Desa Sei Siarti, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dan Dusun Ulak Kuba Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Ketika dikonfirmasi pada Kamis (13/12/2018) Kepala Bagian Sengketa Dedy Manap Harahap menyampaikan kalau informasi luasan areal yang dikuasai oleh PT CSR tidak boleh disampaikan ke wartawan karena harus ada ijin dari Kantor Kanwil.

“Kalau sudah ada ijin dari kanwil baru kami berikan informasi luasan dan peta Hak Guna Usaha  (HGU) PT CSR tersebut dan kami juga memberi informasi kepada wartawan yang terdaftar di Dewan Pers itu pesan Dewan Pers kepada kami,” jelas Dedy Manap Harahap.

Kepala Kantor BPN Labuhanbatu  ketika dihubungi melaui WhatsApp (13/12/2018) dan ketika ditanya kenapa BPN Labuhanbatu tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat? Kepala Kantor BPN menyampaikan,”Setiap informasi boleh didapatkan. Kalau mengenai peta dan luasan HGU koordinasi saja sama bagian pemetaan, kalau lebih resmi lagi buat saja surat permohonan informasi apa yang dibutuhkan dan untuk apa informasi tersebut,” jelas Kepala Kantor BPN Labuhanbatu.

Selama enam bulan wartawan bolak balik melakukan konfirmaai ke Kantor BPN Labuhanbatu mengenai luas HGU dan peta HGU PT CSR tetapi pihak BPN Labuhanbatu terkesan selalu ada yang disembunyikan dan selalu berusaha mengulur waktu, ada apa dengan BPN Labuhanbatu ?

Suharna (55) warga Dusun Ulak Kuba, Desa Tanjung Mulia menyampaikan,”Sangat disayangkan BPN Labuhanbatu yang tidak mau memberikan informasi  yang sangat dibutuhkan masyarakat, wajar kita mencurigai BPN Labuhanbatu ada main dengan PT CSR mengenai luasan HGU yang dimiliki

“Kalau memang BPN Labuhanbatu tidak ada menyembunyikan sesuatu, kenapa musti takut memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,  apa informasi luas HGU dan peta HGU merupakan rahasia Negara bagi BPN ?” Kata Suharna.

Menurut masyarakat yang merupakan saksi sejarah bahwa PT CSR telah masuk ke tanah milik dusun Ulak Kuba Desa Tanjung Mulia, tetapi perusahaan mengakui areal tersebut masuk ke Desa Sei Siarti untuk mengkelabuhi masyarakat, padahal secara letak areal tersebut masuk ke Desa Tanjung Mulia.

“Dulu kami engak berani sama perusahaan karena mereka menggunakan tenaga aparat dan pereman,  makanya sekarang kami mau perjelas tentang tanah Dusun kami ini,“ jelasnya. (At) 

 414 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *