Bupati Karo Dukung Pembangunan Tugu Monumen Merga Silima

Tongkoh, JAPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Pelaksana tugas Infokom Jonson Tarigan, Sarjani Tarigan Ketua umum  BUDAYA KARO (Lakonta) Kabupaten Karo, Malem Ukur Ginting Ketua Harian Lakonta, Kenan Ginting Anggota Lakonta mengecek lokasi hutan konservasi yang terletak di Tahura Jl. Jamin Ginting km 58 Medan-Tongkoh, Selasa (11/12) pukul 16. 00 Wib.

Hutan konservasi ini, kata Bupati sengaja di cek, karena pihak Lakonta pernah berdiskusi dengannya  dan mengusulkan sebuah  gagasan patung monumen Merga Silima sebagai tanda icon terbesar seluruh dunia bagi budaya Karo.

“ Saat itu Lakonta butuh bantuan serta dukungan dari Pemda Karo secara administrasi agar dapat melobi pihak kehutanan Provsu untuk dapat memberikan pinjam pakai lahan hutan konservasi seluas 1 Hektar. Tindak lanjut tersebut saat bertemu dengan Kadis Kehutanan Provsu minggu yang lalu saat rapat kordinasi di kantor Gubsu, Medan (4/12) membeberkan adanya gagasan dan ide Lakonta Kabupaten Karo yang  berencana membangun tugu monumen Merga Silima dilahan hutan konservasi yang pengawasanya dibawah Provsu, itulah dulu kita lobi untuk di izinkan,” jelas Terkelin.

 

Menyahuti hal tersebut, Alen Purba Kadis Kehutanan setuju dengan sayarat tidak dipakai untuk berbisnis. “Dengan syarat tidak boleh dijadikan ajang berbisnis. Kayu yang ada didalamnya jangan ditebang, kultur tanah tidak boleh ditimbun, sesuaikan dengan keadaannya, ” jelasnya .

“ Untuk anggaran pembangunan sudah saya perintahkan kepada Sarjani Tarigan agar segera bentuk panitia untuk menarik dana dari para donatur, tekhnisnya dia (Sarjani Tarigan) yang aturlah,” pungkasnya.

Sementara  itu, Kepala UPT Tahura Provsu  Ramlan Barus mengatakan sangat mendukung rencana yang dibuat oleh lakonta tersebut. “Yang penting sekarang ajukan site plan dan surat pinjam pakai melalui Pemda Karo agar diteruskan ke Provsu,” ujarnya saat mendampingi Bupati Karo bersama rombongan.

“Pada prinsipnya saya mendukung dan optimis, oleh sebab itu tentukan dimana lokasi titik nol pembangunan tugu monumen  tersebut, biar  bisa saya ambil titik kordinatnya untuk perluasan sesuai yang dibutuhkan 1 hakter tersebut,” jelas Ramlan.

Sambung dia, pohon maupun kultur tanah jangan diganggu, tetap seperti biasa karena ini adalah hutan konservasi, “Misalnya  akses jalan masuk dan penataan taman didalamnya boleh ditambah sepanjang tidak mengganggu kayu sekitarnya dan  kebersihannya,” tambah Ramlan.

Ketua Lakonta Kabupaten Karo Sarjani Tarigan mengatakan sangat berterima kasih kepada Bupati Karo yang telah memfasilitasi terobosan-terobosan ide dan gagasan lakonta. “Hari ini bersama kepala UPT Tahura dapat meninjau lokasi lahan, dimana icon ini masyarakat Karo akan  membangun monumen Merga Silima. Tujuan icon ini agar setiap orang yang berkunjung ke Tanah Karo dapat menyempatkan singgah dan berfoto di tugu monumen Merga Silima ini. Ibarat di Jakarta ada tugu Monas, orang ke Jakarta tidak merasa puas jika tidak berfoto di Tugu Monas. Begitu juga di Kabupaten Karo, jika orang berkunjung  belum singgah di Tugu Monumen Merga Silima, maka mereka tidak merasa puas, kesannya begitu,” pungkas Sarjani.

Disinggung terkait dana jika lahan tersebut diberikan pinjam pakai oleh Provsu, Sarjani mengungkapkan bahwa dirinya sudah diperintahkan Bupati Karo untuk membernyuk panitia.

“ Tadi saya sudah di perintahkan oleh pak Bupati Karo segera menyusun panitia dalam rangka pengumpulan dana dari berbagai elemen masyarakat baik kalangan pengusaha, pemerintahan dan stakeholder. Intinya dalam waktu dekat saya akan mengadakan rapat dan membentuk panitia, agar segera terbentuk dan dapat langsung bergerak untuk mengumpulkan dana agar pembangunan monumen Merga Silima. Sesuai rencana setinggi 30 meter segera terwujud, saya optimis pasti akan berhasil demi Kabupaten Karo. Semua kita libatkan dalam kegiatan icon ini, sebab akan menjadi catatan sejarah tugu Merga Silima akan berdiri kokoh, dengan dukungan semua pihak tentunya,” jelasnya.

“Mudah-mudahan ditahun 2019 kenyataan ini dapat terwujud, sehingga meningkatnya daya tarik wisatawan yang akan ingin melihat tugu Merga Silima, akhirnya melihat objek objek wisata lainnya yang ada disekitar Kabupaten Karo,” pungkasnya. (Jhonranes Tarigan)

 208 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *