Terdakwa Jansaiman Saragih Dituntut 2 Tahun Penjara

Pekanbaru, JAPOS.CO – Sidang pembacaan tuntutan oleh pihak JPU terhadap terdakwa Jansaiman Saragih berlangsung pada  Kamis (6/12/18) di Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Pada pembukaan sidang oleh Majelis Hakim mempersilahkan JPU Tri Djanuar Manurung, SH  untuk membacakan tuntutan terhadap terdakwa JS.

Tri Djanuar Manurung, SH membacakan beberapa tuntutan yang memberatkan terdakwa JS, yakni terbukti menguasai aset milik orang lain yaitu aset Gereja Bethel Indonesia ICC Cabang Arengka, Pekanbaru, terdakwa JS merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah benar, terdakwa JS tidak pernah merasa bersalah dalam perbuatannya dan hal yang meringankan terdakwa JS adalah belum pernah dihukum.

JPU menuntut menyatakan terdakwa JS bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu “.  Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JS berupa pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan dikurangi sepenuhnya dengan penahanan sementara yang dijalani terdakwa dan dengan perintah, terdakwa tetap ditahan dalam Rumah Tahanan Negara Pekanbaru.

Menetapkan barang bukti berupa 1 pensil, fotocopy Surat pernyataan atau penyerahan hak tanggal 20 Mei 2013 dengan legalisasi no. 882L/2013 oleh Notaris Fery Bakti, SH yang dilegalisir, 6 lembar daftar inventaris barang/asset GBI Rayon 11 Cabang Arengka tanggal 14 September 2017, 1 lembar kwitansi yang tertulis “telah terima dari Pdt.Ferry Haryanto uang sejumlah Rp.17 juta untuk pembayaran pembelian kursi Futura X. Sebanyak 100 unit dari GBI Arengka, terbilang Rp. 17.000.000,- tertanda tangan di Pekanbaru tanggal 25 Maret 2015 atas nama J Saragih selaku yang menerima. 100 (seratus)  buah kursi merk Futura yang telah dijual oleh Jansaiman Saragih kepada Ferry Haryanto.

Dikembalikan Kepada Gereja Gbi Rayon 11 Cabang Arengka Melalui GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru

Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000. Dengan dituntutnya terdakwa JS Pidana Penjara 2 Tahun, maka kuasa hukum terdakwa JS – Ivan Dorry, SH  melakukan pembelaan langsung dengan mengatakan kepada Majelis Hakim supaya terdakwa JS dibebaskan dengan alasan audit intern tidak bisa digunakan dipersidangan. Oleh Majelis Hakim mengatakan itu adalah opini dari penasehat hukum terdakwa.

Pantauan dipersidangan, terdakwa JS hanya terdiam mendengarkan tuntutan JPU.

Agenda persidangan selanjutnya dilanjutkan 1 Minggu ke depan dengan agenda mendengarkan putusan Majelis Hakim. (AH)

 396 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *