Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Gelar Rapat Koordinasi Koperasi Primer dan Sekunder

Jambi, JAPOS.CO – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi menggelar rapat koordinasi koperasi primer dan sekunder Provinsi Jambi, , Selasa (11/12/2018).

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Provinsi Jambi, Ilyas membuka langsung kegiatan yang diikuti oleh 30 orang peserta koperasi primer dan sekunder Provinsi Jambi.

Ilyas mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu pola pembinaan yang dilakukan dalam rangka mengorientasikan peningkatan kualitas koperasi baik kelembagaannya, SDM pengurus, pengawas, agar koperasi menjadi sehat, tangguh, mandiri dan berdaya saing.

“Adapun jumlah Koperasi di Provinsi Jambi sebanyak 3.544 unit yang aktif 2506 unit tidak aktif 1038 unit, yang sudah memiliki SNIP sebanyak 221 unit atau sebesar 8,8% untuk jumlah koperasi primer dan sekunder Provinsi Jambi sebanyak 152 unit aktif 75 unit tidak aktif 77 unit dan yang sudah memiliki SNIK sebanyak 15 unit,” sebut Ilyas.

Ilyas menerangkan bahwa tugas pemerintah dalam membangun dan mengembangkan koperasi sebagai badan hukum yang sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat adalah untuk mewujudkan koperasi yang dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi dan sesuai dengan standar akuntansi entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK-Etap) dan standar akuntansi keuangan umum (SAK- Umum) yang diakui, diterima dan dipercaya baik oleh anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Sesuai dengan kondisi potensi perkotaan Provinsi Jambi bahwa koperasi maju dan berkembang bergerak di sektor jasa pemasaran atau koperasi simpan pinjam. Oleh karena itu, Ilyas berharap ada koperasi yang bisa diunggulkan sebagai koperasi percontohan di Provinsi Jambi.

“Sebab apabila sewaktu-waktu ada tamu baik dari dalam provinsi maupun luar provinsi yang akan melihat langsung polisi koperasi kita,” kata Ilyas.

Ilyas menyimpulkan bahwa kendala utama bagi pengurus dan pengelola koperasi tidak melaksanakan RAT disebabkan salah satunya yaitu keterbatasan pengurus dan pengelola koperasi dalam menyusun laporan keuangan koperasi. Katanya, apabila pengurus dan pengelola koperasi mampu membukukan transaksi usaha dengan tertib dan benar maka akan mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan koperasi dan membuat rencana anggaran pendapatan belanja koperasi (RAPBK) untuk 1 tahun kedepan.

Dirinya berujar melalui rapat koordinasi koperasi primer dan sekunder Provinsi Jambi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi Jambi akan bermanfaat bagi pengurus maupun pengelola Koperasi untuk menyusun laporan keuangan koperasi dengan sistem aplikasi akuntansi yang benar dan transparan.

“Sehingga diharapkan koperasi yang melaksanakan RAT dapat meningkat dan koperasi yang mencapai SNIK juga bertambah dan program gemaskop akan tercapai menuju Jambi tuntas 2021,” tutupnya. Rizal)

 378 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *