Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Melakukan Mark Up

Sidoarjo, JAPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten  Sidoarjo bidang pengairan diduga menggelembungkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dalam beberapa paket lelang.

Salah satu contohnya adalah dalam paket pemeliharaan AFv Wilayut dengan Pagu Rp 2.000.000.000 HPS Rp 1.999.332.000 yang dimenangkan oleh CV Duta Kartika dengan harga penawaran Rp 975.000.000.

Pemenangan lelang oleh CV Duta Kartika dengan turun 51 % dari HPS ini patut dipertanyakan, apakah PPK (Kabid Pengairan) sudah bekerja sesuai prosedur, apakah dalam menentukan HPS telah melakukan survey yang layak karena bila penyedia jasa sampai berani menawar 51 % lebih murah dari perkiraan PPK, apakah PPK tidak melakukan mark Up dalam penyusunan HPS. Demikian ditegaskan oleh Ketua LSM KOMNAS (Komunitas Nasionalis Sidoarjo) Suryanto dikantornya kepada japos.co, Kamis (6/12/18).

Lebih jauh Suryanto juga menyoroti berbagai macam kegiatan di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo di bidang pengairan yang rata – rata dalam pelaksanaan pekerjaanya lepas dari kontrol dan pengawasan  PPK. “Ini artinya PPK lalai dalam menjalankan tugasnya  untuk mengendalikan kualitas dan kuantitas pekerjaan sehingga atas kelalaian PPK ini jelas menguntungkan kontraktor atau korporitas,” ujar Suryanto.

Sementara itu, Kabid Pengairan yang dikonfirmasi japos.co melalui teleponya  tidak bersedia memberikan tanggapan atas tudingan Mark Up dalam penyusunan HPS. (ZEIN)

 318 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *