Kejari Kabupaten Bandung Periksa Kepala BKPP

Kab. Bandung, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung periksa Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) DR.Erick Juriara Ekananta.M.SI beberapa waktu yang lalu.

Dilapangan ada informasi bahwa Kepala BKPP Kabupaten Bandung ini diperiksa Kejaksaan terkait pembelian lahan/tanah seluas 3,291 M2 di daerah Kutawaringin, Kabupaten Bandung untuk pembangunan Gedung DIKLAT BKPP pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp.3,8 miliiar.

Terlihat saat memasuki ruang pemeriksaan Seksi Intelijen, Erick didampingi salah seorang bawahannya. Jurnalist japos.co mendapatkan informasi bahwa saat pembelian tanah tersebut di duga ada Mark Up.

Ketika melakukan investigasi ke dinas terkait untuk mengetahui harga NJOP tanah di Kutawaringin pada tahun 2016, berhasil mendapatkan informasi dari salah satu pejabat BKD Kabupaten Bandung kalau sebenarnya harga NJOP tanah diwilayah Kutawaringin, Kabupaten Bandung sebesar Rp.36.000 per meternya. Kalau dilihat dari besarnya anggaran yang dialokasikan sekitar Rp.3.8 miliar untuk pembelian tanah seluas 3,291 M2 tersebut maka sudah jelas ada penggelembungan harga dalam proses pembelian tanah tersebut.

Menurut informasi dilapangan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung sudah banyak memeriksa pejabat-pejabat dinas terkait ataupun bawahan Erick dilingkungan BKPP untuk dimintai keterangan terkait masalah ini, dan yang terakhir diperiksa adalah Erick sendiri sebagai Kepala BKPP.

Dari pantauan, Erick diperiksa pada Selasa (4/12/18) sekitar pukul 10.00 WIB oleh Seksi Intelijen. Untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil penyelidikan oleh pihak Kejaksaan terhadap kasus dugaan Mark Up pembelian tanah untuk pembangunan Gedung Diklat BKPP ini, journalist japos.co menanyakan langsung kepada Kasi Intel Kejari Kabupaten Bandung Akhmad E.P Hasibuan, SH MH, tetapi Akhmad enggan menjawab pertanyaan terkait pemeriksaan Kepala BKPP Kabupaten Bandung.

“Kalau pemeriksaan Erick masih tahap penyelidikan jadi belum boleh diekspos keluar, sebab ada peraturan dari Kejaksaan Agung kalau sudah masuk tingkat penuntutan baru pihak Kejaksaan boleh melakukan konfrensi pers dan dapat diekspos oleh teman-teman media,” ungkapnya

Sampai hari ini, Erick Juriara sangat sulit untuk dikonfirmasi terkait masalah yang menyeret dirinya tersebut. (HendriH)

 518 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *