Kasus Penipuan/Penggelapan Tedja Widjaja Terbongkar Dipersidangan

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang penggelapan dan penipuan atas terdakwa Tedja Widaja kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (05/12/2018). Dalam persidangan kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi.

Dalam persidangan dipimpin oleh ketua majelis Hakim Tugiono. Persidangan kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar menghadirkan saksi  Surati yang bertugas sebagai bendahara di Universitas 17 Agustus (Ut’45) Sunter, Jakarta Utara.

Dalam keterangannya Surati menyebutkan bahwa dirinya mengetahui tentang adanya pembuatan garansi Bank. Saksi menerima uang sebesar Rp.16 juta dari Rahayu untuk biaya pembuatan garansi Bank. Sementara itu, mengenai ada tidaknya jual beli tanah, saksi tidak tahu. Ketika hakim menunjukan akte no 178 tentang pengakuan hutang terdakwa senilai Rp.10 miliar, saksi mengetahui karena pernah di suruh oleh Rudiono untuk meyimpannya.

Diluar persidangan, Anton selaku kuasa hukumnya Uta’45 mengatakan,”Pada saat itu ada dua akte, yaitu akte no. 178 dan 179. Di dalam akte no 178 menyatakan tentang pengakuan hutang pribadi terdakwa yang akan di bayar selama 24 bulan ternyata ucapan tersebut hanya akal-akalan saja agar membuat Rudyono percaya dan mengabulkan permintaan terdakwa sehingga Rudyono menyerahkan uang Rp.10 miliar.

“Penyerahan uang tersebut telah dinyatakan saksi dalam penyidikan polisi saat diperiksa waktu memberikan keterangan atas laporan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan terdakwa Tedja Widjaja terhadap Yayasan Universitas 17 Agustus Jakarta. Ditambah lagi Rudyono semakin yakin karena  di dalam  akte No 179 istri terdakwa Tedja Widjaja  sebagai penjamin,” ucap Anton yang sebagai kuasa hukum pelapor.

“Sementara itu segala perbuatan licik terdakwa Tedja Widjaja sudah diketahui oleh Bambang Prabowo, terutama mengenani hutang pribadi terdakwa Tedja Widjaja dengan Rudyono Darsono sejak jauh hari. Waktu mengangkat Rudyono selaku Dirops PT Graha Mahardika pada saat itu tidak ada dibicarakan pembayaran tanah,” ucapnya  Bambang.

Bambang Prabowo sudah siap dari pertama untuk menjadi saksi fakta tetapi hakim maupun pengacara terdakwa keberatan. Hakim akan memberikan kesempatan sesuai UU saksi fakta akan diterima setelah pemeriksaan saksi pelapor dahulu.

Terdakwa Tedja Widjaja terancam pidana empat tahun sebagaimana di atur dalam pasal 378 dan 374 KUHP. (HY) 

 419 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *