Andar Situmorang : Penyerapan Dana BOS Tidak Transparan, Laporkan ke Komisi Informasi

Jakarta, JAPOS.CO – Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digulirkan oleh pemerintah, khususnya di Provinsi DKI Jakarta belum transparan kepada publik. Sebagian besar sekolah penerima Dana BOS mengelolanya jauh dari transparan dan akuntabel. Padahal, setiap petunjuk teknis yang diterbitkan oleh pemerintah yang berhubungan dengan Dana BOS agar penyerapanya dikelola secara transparan dan akuntabel, terutama ditujukan untuk wali murid dan masyarakat lewat papan mading.

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan transparan (good and clean governance), maka dibutuhkan partisipasi dari masyarakat dengan ikut serta mengawal jalannya pemeritahan, termasuk melaporkan segala penyimpangan dan ketidaktransparanan informasi dalam pengelolaan Dana BOS.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutive Govermen Agiant Corruption & Discrimination (GACD) Andar Mangatas Situmorang saat diminta komentarnya mengatakan, harus patuh pada UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kalau ada informasi publik yang tidak transparan, jangan takut untuk dilaporkan ke Komisi Informasi. Informasi apapun itu yang tidak transparan segera laporkan kepada kami. Termasuk soal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan penggunaannya, masyrakat harus melaporkannya kepada Komisi Informasi,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kasudin Timur Dua Abdullah Rachem lewat telepon mengatakan,”Akan menyuruh perangkat kami seperti pengawas untuk memverifikasi informasi tersebut untuk dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Klarifikasi tertulis pada tanggal 29 November 2018 oleh Kepala SDN Pekayon 09 Eko Susilowati mengatakan bahwa penyerapan sudah sesuai dengan e-RKAS BOP/BOS dan Anggaran Kas Belanja (AKB) yang sudah di setujui Sudin dan Dinas Pendidikan. Data yang ada penyerapan angaran baru tersebar di TW 1, 2 dan 3 sebesar Rp. 285.119.853.

Berdasarkan data yang ada, Rekapitulasi Per Kompenen SDN Pekayon 09 Pagi ditemukan bahwa pada TW 4 penyerapan Dana BOS tahun 2017 diduga tidak terserap pada TW 4, serta terdapat pengeluaran dana BOS di TW 1, 2, dan 3 sebesar Rp. 285.119.853.

Dari angka tersebut patut dipertanyakan berapa jumlah siswa yang terdaftar yang diajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ? Rekapitulasi Dana BOS SDN Pekayon 09 pagi terdapat pembayaran Honor tidak merata seperti yang tetera di TW 1 Rp. 6.456.000,  TW 2 Rp. 18.600.000 dan di TW 3 Rp. 12.360.000 serta pada pengelolaan sekolah terdapat pengeluaran di setiap TW sama pengeluaranya seperti terdapat pada  TW 1, 2 dan 3.  Terdapat juga biaya pengeluaran lainnya TW 1 Rp. 8.736.382, TW 2 RP.27.280.246 dan TW 3 Rp. 61.949.853.(Berutu)

 470 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *