Dindang Tewas Dikeroyok Di Arena Judi Sabung Ayam

Palangka Raya, JAPOS.CO – Warga RT. 2, Desa Rahung Bungai, Dindang  tewas mengenaskan akibat luka tusuk diperut setelah dikeroyok Atak Amus bin Amus, Wawan Toni bin Atak Amus dan Boby bin Endeng di Jalan P2D  RT. V, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (26/11/18) lalu.

Menurut istri korban, Lelae binti Ayat (25) dalam keterangannya yang diunggah di jejaring sosial facebook  menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari perjalanan dirinya dan korban dari Desa Rahung Bungai hendak mengunjungi orang tuanya di Desa Tumbang Sirat, Jumat (26/11/18) pukul 13.30 Wib.

Saat melewati  Desa Sei Hanyu, karena  korban mengaku lapar mereka memutuskan berhenti di lokasi  judi sabung ayam untuk membeli nasi bungkus. Lantaran  korban asik makan sambil ngobrol dengan warga yang menonton sabung ayam, tak terasa 3 jam mereka di lokasi itu, hingga pukul 16.00 Wib. Lalu Dia (Lelae) bergegas mengajak korban berangkat, untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Tumbang Sirat.

Lelae menuturkan, ketika mereka mau berangkat itulah, tiba-tiba terjadi  perkelahian antara Darlan dan Kilong.  Melihat  pemilik arena judi sabung ayam, Atak Amus  tidak melerai perkelahian itu, spontan korban  berupaya membantu melerai.  “Saya pun saat perkelahian itu, tidak jauh dari suami saya, hanya  berjarak  sekitar 5 meter. Ketika suami saya sedang melerai,  saya pun sempat menarik tangan suami saya sambil berkata, jangan kamu melerai mereka nanti kamu yang sakit, lebih baik kita cepat ke Tumbang Sirat supaya kita cepat pulang, kasihan anak kita di kampung.  Iya, saya tidak ikut berkelahi, saya hanya melerai mereka, takut nanti ada yang sakit, jawab suami saya, “ paparnya.

Lelae memaparkan, saat dirinya mencari sendal korban yang terlepas ketika melerai mereka yang berkelahi, berkejaran ke arah jalan P2D. Korban menghampiri Atak Amus sembari berkata, kenapa kamu tidak mengamankan orang yang berkelahi, sementara yang membuka gelanggang sabung ayam dan mengundang orang banyak itu kamu.   “Saya tidak perlu tau, saya tidak mau mengurus mereka, mau mereka berkelahi atau mati saya tidak peduli,” jawab, Atak Amus.

Kemudian, menurutnya sembari berkata, “Apa mau kamu” Atak Amus mencabut pisau dari pinggangnya dan menusuk korban. Namun tusukan itu tidak kena, karena korban menghindar sambil melangkah mundur. Saat itulah tiba-tiba datang menantu Atak Amus, Boby bin Endeng membawa parang  lalu menebas korban  dari belakang, sehingga mengakibatkan baju korban robek dan pundak korban tergores. “Tanpa perlawanan apapun suami saya, langsung berlari ke arah kiri gelanggang sabung ayam, sekitar 3 meter dari arah Boby bin Endeng. Karena melihat suami saya lari,   Atak Amus  melempar pisau  ditangannya kepada anaknya, Wawan Toni. Setelah mengabil pisau yang dilempar Atak Amus itu,  Wawan Toni  lalu mengepung suami saya dari depan, dan menusuknya,” tutur, Lelae.

Melihat korban ditusuk, menurut Lelae Dia kemudian cepat pergi  ke kantor Polsek Sei Hanyu mencari bantuan polisi  dan meminta mereka segera ke lokasi kejadian di arena judi sabung ayam. “Namun saya bingung, karena polisi sepertinya tidak tanggap, bahkan mereka berkata, “tunggu dulu-tunggu dulu,” katanya.

Karena terlalu lama menunggu, menurutnya Dia  yang semakin panik. Takut korban  kenapa-kenapa, Dia pun memutuskan keluar dari kantor polisi, dan bergegas mau kembali ke tempat lokasi kejadian. Namun, saat  keluar dari kantor polisi tiba-tiba datang ipar  dan keponakan korban, Jhon Megi dan Andi Sanjaya Dilang. “Saya pun bergegas menaiki  motor Jhon Megi dan pergi ke tempat suami saya di keroyok. Karena teringat suami saya ditusuk saya pun menyuruh  Andi Sanjaya Dilang membawa ambulan,” ujarnya.

Setibanya di lokasi kejadian,  melihat korban sudah tidak bernyawa dan badannya  kaku. Menurut Lelae Dia berteriak histeris  memanggil nama korban, serta berusaha membangunkannya. Namun menurutnya,  takdir berkata lain. “ Suami saya benar-benar sudah meninggal, akhirnya saya pun pasrah sambil memeluk suami saya yang tidak bernyawa. Menunggu kedatangan Andy Sanjaya Dilang yang membawa ambulan ,” imbuhnya.

Lelae mengatakan, sesaat setelah mobil ambulan tiba, mereka pun bergegas membawa korban  ke Puskesmas Sei Hanyu. Sedangkan Jhon Megi dan Andi Sanjaya Dilang begitu tiba di Sei Hanyu langsung ke kantor polisi untuk memberi keterangan, karena menurutnya mereka berdua yang menyaksikan peristiwa pengeroyokan tersebut, dari awal sampai akhir.

Menurut versi polisi, sebagaimana yang disampaikan  penyidik, Ipda Bimasa Zebua,S.T.K.,  dalam surat nomor : B/11/XI/2018/Reskrim tanggal 19 Nopember 2018, perihal : pemberitahuan perkembangan penyidikan, yang ditujukan kepada Keluarga almarhum, Dindang bin Rambut.

Merujuk kepada, laporan polisi  nomor : LP/08/X/2018/KALTENG/RES KAPUAS/SEK KPS HULU, tanggal 26 Oktober 2018 tentang terjadi tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 26 Oktober 2018, sekitar jam 16.00.Wib dipinggir jalan P2D, Kilometer 6, Desa Sei Hanyu, Kec. Kapuas Hulu, Kab.Kapuas, Prov.Kalimantan Tengah. Surat Perintah Penyidikan :SP Sidik/03/X/2018/Reskrim, tanggal 26 Oktober 2018. Dan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan (SP2HP) nomor :B/10/X/2018/Reskrim, tanggal 27 Oktober 2018.

Polisi memberitahukan, bahwa perkara yang dilaporkan tersebut, sudah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka, Atak Amus bin Amus,  tersangka Bobi bin Edeng, tersangka Wawan Toni bin Atak Amus dan saksi-saksi. Serta melakukan penyitaan barang bukti, serta melakukan penahanan terhadap tersangka, Atak Amus bin Amus,  tersangka Bobi bin Edeng, tersangka Wawan Toni bin Atak Amus di Rutan Polres Kapuas, sejak 27 Oktober 2018.

Dan menurut polisi rencana kegiatan selanjutnya, adalah mengirim berkas perkara yang telah dilaporkan tersebut, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas dengan surat nomor : B/106/XI/2018/Reskrim, tanggal 15 Nopember 2018. Polisi juga mengatakan, perkembangan penyelidikan selanjutnya akan disampaikan selanjutnya, apabila berkas perkara mengalami kendala atau dinyatakan lengkap, akan dibertahukan kemudian. (Mandau)

 392 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *