Musibah di Pemandian Air Panas Daun Paris Raja Berneh Memakan Korban, 7 Diataranya Meninggal Dunia

Doulu, JAPOS.CO – MAKRAB (Malam kekeluargaan dan Keakraban) yang tergabung dalam mahasiswa/i IMKA (ikatan Mahasiswa Karo) mengadakan kegiatan dengan tema “IMKA Dalinta Ersada Guna Erbudaya, Erkeluarga, Ras Erkarya di Doulu (1/12/18).

Kegiatan reunian tersebut dilaksanakan sesuai jadwal undangan yang telah disebar sebanyak 54 orang yang akan hadir. Lokasi tempat kumpul sesuai undangan dipilih di Pemandian Air Panas Raja Berneh yaitu Daun Paris di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.

Tapi naas, pada Minggu (2/12) sekitar pukul 06.30 WIB diterima kabar kegiatan mahasiswa/i IMKA tersebut telah tertimbun akibat gubuk/pondok yang ditempati oleh para korban ambruk dijatuhi bongkahan batu besar saat mereka tidur.

Hal ini dikatakan Camat Merdeka Terang  Ukur Br Surbakti saat mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, ikut serta DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, Dandim 0205/TK Letkol Inf  Taufik Rizal Batubara, SE meninjau lokasi di pemandian air panas Daun Paris pukul 10.00 wib.

Disebutkan dia, ketika mendapat informasi tersebut, dirinya langsung turun dan melakukan pendataan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan teridentifikasi 7 orang meninggal dunia, diantaranya Sartika Theresia.Br Perangin angin warga Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Emiya Elisagita Br Tarigan warga Sukamakmur, Monesiaruan Hia warga Sisobaoho, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Enjelita Br Ginting warga Padang Bulan, Kerin Julanaita Br Bangun warga Jl Samura Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sindi Simamora warga Gg. Segitiga Dusun I dan Elisa Sari Br Ginting.

Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 9 orang, yakni Andika Perangin-angin, Novita Sari, Afinda Deviana Br. Tarigan, Desa Br. Sinambela, l. Putri Yolanda, Janeta, Indra, Leni Girsang dan Grece Hutauruk.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang hadir saat itu mengatakan,”Sangat prihatin dan turut berdukacita bagi keluarga korban yang terkena musibah ini, baik yang luka-luka semoga lekas sembuh,” ucapnya saat  meninjau TKP.

Lanjutnya, kedepan kita akan data kembali tempat pemandian yang tidak layak mendirikan bangunan. Seperti yang kita lihat, bangunan yang terbuat dari kayu dan menyerupai gubuk dibangun dekat gundukan tanah yang bertebing, dengan dinding bongkahan batu kecil besar sebagai penahan tanah, hal ini dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para tamu yang berada digubuk tersebut.

“Intinya kedepan kita tidak mau terulang lagi hal yang serupa dan sudah saya sampaikan ke camat bersama Muspika agar bersinergi untu membentuk tim dan melakukan pendataan, mana yang melanggar harus ditindak,” tegas Terkelin.

Hal Senada dikatakan Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara,”Saya sudah sempat menyiapkan pasukan reaksi cepat penanganan bencana tadi. Ada Informasi yang saya dapat katanya bencana alam, makanya saya langsung turun bersama anggota dan sudah siap menyiapkan posko dan tenda,”ujarnya.

“Ternyata sampai dilapangan bertemu dengan Bupati Karo dan Kapolsek Simpang Empat. Setelah saya cek dan kordinasi dengan kepolisian, kejadian tersebut bukan bencana alam, tapi suatu musibah akibat kelalaian pengusaha pemandian yang ceroboh tidak memberikan nyaman bagi tamu yang berkunjung,” ujar Dandim.

“Untuk itu, kejadian ini saya sampaikan, bukan bencana alam, sekali lagi ini adalah bukan bencana alam, tetapi musibah. Semuanya proses kita serahkan kepolisi untuk melakukan penyelidikan. Kedepan saya tadi sudah izin ke Pak Bupati akan kita bentuk tim bersama Polsek dan Koramil untuk mendata lokasi yang persis sama bentuknya di pemandian Daun Paris. Kita akan patroli, jika ada, akan kita bongkar. Pasti akan kita bongkar,” tegasnya.

Thomas Joverson Ginting Anggota DPRD Karo yang ikut dalam peninjauan menyebutkan,”Kita akan kritisi terkait Pemda Karo bagian parawisata dan perizinan, apakah pengelolaan pemandian air panas Daun Paris ini sesuai dengan peraturan. Sdakah izinya beroperasi dan izin bangunan yang tidak sesuai konstruksinya, ” ujarnya agak kecewa.

“Saya minta Bupati Karo Terkelin Brahmana tertibkan SKPD nya yang terkait membidangi ini. Jangan biarkan kalau perlu silahkan data semua pemandian mana yang melanggar aturan harus tertibkan, lebih bagus dibongkar seperti kata pak Dandim daripada nyawa orang hilang begitu saja karena kelalaian pengusaha,” pungkasnya.

Hadir dalam pengecekan lokasi Kapolsek Simpang empat AKP Nazrides Syarif, SH Danramil Simp empat Kapten Kav J.Surbakti, kades desa semangat kec. Merdeka Muhammad Ahiyar Ginting, Sekcam Merdeka Oberlin Sembiring dan tokoh masyarakat desa semangat.(Jhonranes Tarigan)

 298 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *